Al Hakim Bani Ismail. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Al Hakim Bani Ismail, mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, menjadi duta Lampung dalam program Pertukaran Pelajar Antarnegara (PPAN) Australia dan Indonesia. Hakim sudah berangkat ke Negeri Kanguru itu kemarin.
Al Hakim Bani Ismail merupakan duta Lampung yang menjadi Purnacaraka Muda Indonesia (PCMI). Ini adalah perhimpunan alumni delegasi Program Pertukaran dan Kapal Pemuda Indonesia. PCMI sendiri merupakan program dari PPAN.
Salah satu program PPAN yang Hakim ikuti adalah Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP)2022.
Untuk menjadi duta Lampung, ia harus mengikuti beberapa tahapan seleksi, seperti seleksi berkas dan seleksi wawancara.
Kepada wartalampung.id, Hakim bercerita, ia tidak menyangka akan menjadi duta Lampung dalam AIYEP ini.
Pasalnya, program ini hanya untuk satu orang laki-laki di setiap provinsi. Kurang lebih ia bersaing dengan 22 ribu pemuda se-Lampung.
Ia berpikir menjadi duta Lampung ini karena keberuntungan dan rezeki dari Yang Kuasa.
“Burung perlu menghantam tanah beratus kali sebelum bisa terbang lepas. Teruslah mencoba dan jangan pernah putus asa. Siapa tahu hal tersebut buat kita,” ujarnya.
Sosok guru PPL yang pernah mengikuti pertukaran pemuda antara Indonesia-Korea membuat Hakim termotivasi ingin menjadi sepertinya.
Ia berkata, tertarik mengikuti program ini ketika ia melihat guru PPL-nya menjadi salah satu peserta pertukaran pelajar Korea-Indonesia.
Al Hakim Bani Ismail dikenal sosok ceria berwibawa yang dapat memberikan motivasi. Ia kuliah di UIN ini pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Hakim memiliki beberapa prestasi di antaranya peraih emas English Debate PKM II PTKIN tahun 2021.
“Jika kamu ingin mencapai sesuatu, silakan coba. Jika gagal, kamu dapat mengambil pelajaran dari situ,” kata Hakim.
“Semua orang bisa melakukan, bergantung niat, usaha, dan ikhtiar yang ia lakukan.” [Ana Yulismawati, Anggota Ekskul Jurnalistik Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung]
