Akhyar Rido PhD bersama Dubes RI untuk Thailand. | Dok

Wartalampung.id, Bangkok – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Akhyar Rido, Ph.D mengikuti upacara detik-detik kemerdekaan RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Thailand di Bangkok, Rabu, 17/8/2022.
Rido sedang menjalani misi profesor tamu selama beberapa waktu di Mahidol University. Kepada wartalampung.id, Rido mengatakan, ia terkesan dengan peringatan kemerdekaan kali ini. Meski jauh dari famili, di Bangkok Rido mendapat saudara baru.
Ia mengatakan, upacara di sini berjalan khidmat. Para staf kedutaan, dosen, dan mahasiswa serta warga Indonesia mengikuti acara itu dengan baik. Acara berjalan lancar.
Rido mengatakan, acara dimulai jam delapan pagi. Duta Besar Rachmat Budiman dan atase pendidikan dan kebudayaan KBRI Achmad Wicaksono, Ph.D juga hadir.
Usai acara, Rido menyempatkan berfoto dengan duta besar dan atase. Ia juga menyempatkan berfoto dengan anggota Paskibra yang menjalankan tugas menaikkan bendera Merah-Putih.
Rido mengatakan, sejauh ini ia sudah cepat beradaptasi dengan lingkungan. Yang jelas, kata dia, ia fokus dengan tugasnya sebagai profesor tamu di kampus Mahidol.
Akhyar Rido, Ph.D. merupakan seorang lektor kepala pada Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan, Universitas Teknokrat Indonesia.
Ia menamatkan S1 dalam bidang Sastra Inggris di Universitas Padjadjaran serta S2 dan S3 dalam bidang Kajian Bahasa Inggris di Universiti Kebangsaan Malaysia.
Ia juga merupakan co-promotor dan penguji eksternal pada Program S3 Ilmu Susastra (Pengkhususan Linguistik) di Universitas Padjadjaran, Tim Penyusun Panduan dan Reviewer Hibah Gerakan Nasional Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia, serta asesor beban kerja dosen.
Akhyar Rido berkesempatan menjadi dosen tamu di Universiti Teknologi Malaysia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Lambung Mangkurat pada 2021.
Pada tahun ini, ia menjadi visiting researcher di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Pusat, Jakarta, dan Supervisor Program Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pusat Kemdikbud Ristek RI.
Selain mengajar, saat ini ia aktif melakukan empat buah penelitian yang didanai oleh Kemdikbud Ristek RI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Mahidol University Thailand.
Ia juga menerbitkan enam buku/book chapters dan lebih dari 30 artikel ilmiah. Buku terbarunya berjudul Interaction and Pedagogy of Indonesian Vocational English Language Master Teachers ditulis bersama Prof. Noraini Ibrahim dan Prof. Radha MK Nambiar dari Universiti Kebangsaan Malaysia, diterbitkan pada 2020 oleh Universiti Kebangsaan Malaysia Press.
Sementara itu, salah satu artikel ilmiah terbarunya berjudul Let’s take a look…’: An Investigation of Directives as Negotiating Interpersonal Meaning in Engineering Lectures diterbitkan pada tahun 2021 di Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities (Terindeks Scopus Q1 dan Web of Science), ditulis bersama Dr. Heri Kuswoyo dari Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Eva Tuckyta Sari dan Dr. Lia Maulia Indrayani dari Universitas Padjadjaran, serta Dr. Doris Macdonald dari Northern Illinois University Amerika Serikat.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM memberikan apresiasi yang besar atas prestasi ini. Ia menilai, Rido memang mempunyai kematangan kompetensi sehingga wajar diminta mengajar di kampus lain, termasuk luar negeri.
Mahathir menjelaskan, kompetensi Rido atas bidang ilmu yang dikuasainya memang pantas jika diberikan kesempatan memberikan pengajaran di kampus lain. Ini, ujarnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus.
Mahathir mengemukakan, Rido termasuk dosen yang aktif menulis artikel ilmiah dan buku. Ia berharap, apa yang dilakukan Rido bisa memotivasi dosen lain untuk melakukan langkah serupa.
Mahathir juga ingin, mahasiswa Teknokrat mereguk semaksimal mungkin ilmu yang ada pada diri Rido. Dengan begitu, proses tranfser pengetahuan bisa berlangsung dengan optimal.
Ilmu yang dikuasai Rido, kata dia, mesti diserap secara maksimal untuk peningkatan kualitas mahasiswa terhadap bidang ilmunya. []
