Lokakarya di SMA Perintis. | Dok

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen Universitas Teknokrat Indonesia melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) sekolah binaan.
PKM sekolah binaan berjudul “Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka” dilaksanakan di Aula SMA Perintis 2 Bandar Lampung, 23/6/2022.
Workshop diikuti sebanyak 82 orang (Kepala Sekolah, Waka kurikulum, Waka Kesiswaan dan Guru).
Workshop dihadiri oleh Pengawas Pembina Disdikbud Provinsi Lampung Dra. Hj. Dermawati, M.Pd, Kepala SMA Perintis 2 Bandar Lampung Dr. Zainuri, M.M.Pd, Kepala SMA Perintis 1 Bandar Lampung Purnomo, S.Pd, Kepala SMA Adiguna Bandar Lampung Dr (Can) Noviana Diswantika, M.Pd., dan Kepala SMA Islamiyah Telukbetung Mariah, S.Pd.
Pembicara dalam workshop terdiri:
1. Achmad Yudi Wahyudin, M.Pd.
2. Dr. Heri Kuswoyo, SS, M.Hum.
3. Dr. Afrianto, SS, M.Hum.
Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Achmad Yudi Wahyudin, M.Pd, juga pelatih ahli sekolah penggerak menjadi narasumber dalam Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka.
“Terima kasih kami ucapkan atas dukungan Yayasan Pendidikan Teknokrat, Rektor, segenap Wakil Rektor dan LPPM UTI semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan khususnya di Provinsi Lampung,” ujar Achmad Yudi.
Ia mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan wujud perjanjian kerjasamaa antara Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan UTI yang diwakili oleh Dekan Dr. Heri Kuswoyo, M.Hum dan Kepala SMA Perintis 2 Bandar Lampung Dr. Zainuri, M.M.Pd.
“Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujar Achmad Yudi.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, lokakarya semacam ini penting diberikan kepada guru. Dengan mengetahui intisari lokakarya, guru mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka ini dengan baik.
Mahathir menjelaskan, kurikulum ini memang ingin menjadikan peserta didik tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan, tapi juga mempunyai keahlian. Sebab, yang dibutuhkan pasar kerja sekarang memang demikian.
Mahathir meyakini, apa yang sudah disampaikan dosen Teknokrat akan membantu pengelola sekolah menajamkan lagi misi pendidikan di tingkat paling dasar. Dengan begitu, keinginan pemerintah terhadap semua pelajar di Indonesia bisa diwujudkan. []
