Abdul Hakim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Anggota Komite IV DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lampung menjaga benar angka inflasi selama Ramadan dan jelang Lebaran ini. Juga termasuk untuk bulan-bulan selanjutnya.
Demikian disampaikan Abdul Hakim kala kunjungan kerja virtual dengan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lampung Kusnardi dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Budiyono, Senin, 25/4/2022.
Budiyono memaparkan, imbas dari perang Rusia dan Ukraina memang dirasakan oleh Indonesia sebagai dampak global.
Budiyono menyebutkan ada tiga jalur yang terimbas dari situasi geopolitik saat ini. Yakni jalur perdagangan, jalur keuangan (kurs, suku bunga), dan jalur inflasi.
Budiyono mengemukakan, kenaikan minyak dan gas, termasuk kepala sawit memang membuat inflasi tidak bisa dihindari. Namun, ia melihat dampak lanjutan dari itu yang juga mesti diantisipasi.
Untuk skala global, dunia memang sedang menghadapi persoalan kenaikan harga. Namun, untuk Indonesia, dampaknya bisa diklaim lebih rendah.
Kusnardi menambahkan, Tim Pengendali Inflasi Daerah yang dipimpin langsung Gubernur Arinal Djunaidi selalu melihat tren kenaikan harga barang dalam periode tertentu.
Gubernur, ujarnya, menaruh perhatian terhadap inflasi ini. Kusnardi menjelaskan, pihaknya akan langsung mencari informasi terkait dengan kenaikan serta solusi yang bisa diambil.
“Gubernur memberikan perhatian serius terhadap ini. Apalagi ada dampak global perang Rusia dan Ukraina. Serta kenaikan kebutuhan karena mendekati Lebaran,” ujar Kusnardi.
Kusnardi juga mengemukakan, Pemprov Lampung akan melihat sejauhmana dampak operasi pasar untuk menekan kenaikan harga. Misalnya untuk produk minyak goreng.
Abdul Hakim memberikan apresiasi atas kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah Lampung. Ia mendorong tim ini melihat secara saksama pergerakan harga di pasaran.
Ia ingin, ada upaya intervensi pemerintah sehingga harga yang diperoleh masyarakat bisa terjangkau.
Yang paling penting juga, ujar Hakim, adalah menjaga pasokan agar selalu tersedia. Jangan sampai harga barang naik, pasokan pun terganggu sehingga memberatkan masyarakat. []
