Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Bandar Lampung silaturahmi ke Wakil Ketua DPRD Aep Saripudin. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Kota Bandar Lampung melakukan silaturahmi ke Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Aep Saripudin di Kantor DPRD, Senin, 18/4/2022.
Dalam kunjungannya PGMNI dihadiri oleh M Asep Ahyudin, Ahmad Mutho’i, dan Abdullah. PGMNI menyampaikan bahwa selama ini madrasah seolah dianaktirikan.
Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menyatakan, madrasah dituntut untuk mengikuti seluruh kegiatan. Akan tetapi secara sarana dan prasarana madrasah tidak dibantu tetapi sekolah umum dianggarkan.
Lalu terkait tunjangan insentif guru honorer tidak diberikan kembali semasa covid-19. Akan tetapi pembelajaran wajib berjalan melalui daring.
Pendidikan Islam seperti pondok pesantren mendapatkan bantuan Hibah dari pemerintah, tetapi madrasah selama ini tidak tersentuh sedikit pun bantuan. Padahal, sama-sama mencerdaskan anak bangsa.
“Selama ini proses pendidikan mengacu kepada sistem Kemendiknas. Tetapi tidak mendapatkan sarana prasana karena ranahnya Kemenag. Sementara dari Kemenang minim dan kami juga tidak menadapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kota Bandar Lampung. Kami merasa dianaktirikan,” kata Asep, Ketua PGMNI Kota Bandar Lampung.
Asep juga mengeluhkan dana BOS yang sudah tertunda selama empat bulan dari Kemenag. Ia mengatakan, dulu pernah ada dari Pemerintah Kota Bandar Lampung berupaya insentif guru honorer. Namun, sejak pandemi dua tahun lalu sampai dengan hari ini belum pernah diterima lagi.
Menanggapi hal tersebut, Aep yang didampingi Sofyan Sauri, anggota DPRD Kota Bandar Lampung Komisi 4, akan melakukan dua hal.
Pertama, menyambungkan aspirasi nasional ini kepada DPR RI tentang proses pendidikan di madrasah swasta harus selaras dengan fasilitas pendidikan yang juga diberikan pemerintah.
Kedua, mendorong melalui Pemerintah Kota Bandar Lampung agar memperhatikan madrasah swasta yang juga melakukan proses pendidikan. Yakni dengan diberikan bantuan melalui Dinas Pendidikan khususnya atau melalui OPD lainnya.
Aep, mantan Ketua Umum KAMMI Lampung itu, mengungkapkan, pihaknya berterima kasih sudah menyampaikan itu ke pihaknya.
“Akan kami sampaikan dan kami dorong kepada pihak terkait agar kualitas pendidikan di madrasah swasta semakin baik,” ujarnya. []
