Abdul Hakim dan Rektor UICI. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Anggota Komite IV DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim menghadiri penandatangan kerja sama antara Kabupaten Pesawaran dengan UICI.
Rektor UICI Prof. Dr. Laode MSc. ME ditemani Abdul Hakim menyaksiakan penandatanganan nota kesepahaman. UICI menggunakan model simulator nomor 5 di dunia setelah MIT, Harvard, Colorado, Tokyo, UICI, Oxford
Laode mengatakan, ada tiga penguasaan digital yang akan ditargetkan kepada mahasiswa yang ikut program ini, yakni artificial, block chain, dan metaverse.
Laode mengatakan, kita membutuhkan 9 juta talenta digital dan 2 juta leaders in digital.
Laode mengapresiasi semangat Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona untuk memajukan Pesawaran melalui kemajuan desanya.
Dendi secara virtual mengatakan, program desa di kabupatennya terdiri dari Desa Digital dan Desa Wisata (Dedi Dewi).
Desa, kata dia, sebagai episentrum pembangunan sehingga jangan sampai tertinggal terutama mengadapi dunia digital. Sumber daya manusia, kata Bupati, menjadi perhatian utama agar fasilitas dapat dimanfaatkan dengan optimal.
Pendidikan digital talent dinilai urgen.
“Perlu best practice untuk aplikasi keilmuannya nanti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pesawaran adalah kabupaten pertama yang membangun kerja sama pendidikan formal talent digital ini.
Ia juga mengajak UICI untuk berinteraksi secara teknis lebih dalam dalam proses pencerdasan masyarakat desa.
Dendi mengucapkan terima kasih atas apresiasi Rektor UICI dan peran Abdul Hakim dalam memfasilitasi kesepakatan ini.
Abdul Hakim mengatakan, kesepakatan dua pihak ini bermula dari Gerakan Desa Emas dan Kampus Desa Emas yang ia inisiasi di Lampung. Khusus Pesawaran, terdapat proyek percontohan di Desa Purwodadi, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran.
Hakim mengatakan, ia kemudian memfasilitasi UICI dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Ia bersyukur, hari ini kedua pihak sudah meneken nota kesepahaman.
Ia berharap, desa emas atau desa Pancasila bisa terwujud pada 2045 untuk kemajuan emas Indonesia. []
