Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rivai. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) bersama 12 organisasi kepemudaan lainnya yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, diundang ke Istana oleh Presiden Joko Widodo.
Dalam pertemuan tersebut, Kelompok Cipayung Plus menyampaikan apa yang menjadi keresahan masyarakat saat ini. Terutama terkait stabilitas harga bahan pokok, menolak penundaan pemilu, dan perpanjangan masa jabatan presiden hingga evaluasi kinerja menteri.
Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan KAMMI saat menggelar aksi di depan Istana. Demikian rilis Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rivai.
Tuntutan lainnya, terkait kelangkaan minyak goreng juga disampaikan pada pertemuan tersebut.
“Agar Presiden dengan kekuasaannya bisa menindak oknum-oknum yang disinyalir mempersulit masyarakat,” tegasnya.
Zaky juga menjelaskan, meskipun pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) akan dijalankan, sikap KAMMI tetap dan tidak berubah. Bahwa IKN belum menjadi prioritas dibanding pemulihan ekonomi rakyat yang porak-poranda pascapandemi.
“Pertemuan Cipayung Plus tersebut murni bicara masalah bangsa. Sebagai eksekutif tertinggi, Presiden yang paling bertanggung jawab atas jalannya negara ini. Bukan tentang jilat-menjilat, tidak ada makan siang bersama, dan juga demi Allah tidak ada bantuan secara materi yang diterima saya sebagai Ketua Umum PP KAMMI,” terang Zaky. []
