Universitas Muhammadiyah Pringsewu menggelar Pergelaran Seni Tari. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pringsewu – Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) mengadakan kegiatan Pergelaran Seni Tari yang diprakasai mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Progran Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Perhelatan dilangsungkan pada Kamis, 27/1/2022 di Aula FKIP dengan menampilakan berbagai tarian. Kegiatan ini berjalan lancar dan antusiasme mahasiswa tinggi.
Fajar Khoerul Annam, ketua panitia, mengatakan, kegiatan ini adalah wujud bagian dari keprihatinan mahasiswa melihat rendahnya minat dengan seni budaya. Terutama seni tari.
Maka itu, mahasiswa UMPRI yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan mencoba mengadakan kegiatan pergelaran seni tari. Kegiatan ini menghadirkan 20 jenis tari hasil karya mahasiswa dengan jumlah peserta 96 mahasiswa.
Acara ini menggambil tema “Ciptakan Seni Dalam Kehidupan, Untuk Menjadi Budaya di Masa Depan”. Diharapkan mahasiswa mencintai budaya Indonesia dan juga ikut melestarikan kebudayaan.
Di sisi lain, tarian pun dapat diambil nilainya sebagai pendidikan dan pembelajaran. Tarian juga bisa menjadi jalan media dakwah karena setiap tarian ada kandungan pesan-pesan kebaikan terutama berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
Rahma Faelasofi, Dekan FKIP, mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang terus mengembangkan potensi diri walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.
Rahma mengatakan, mahasiswa sudah menjadi kewajiban untuk tetap melestarikan kebudayaan bangsa. Salah satunya adalah tarian sebagai nilai keunggulan Indonesia.
Kreativitas dalam tari juga harus dikebangkan sebagai bekal mahasiswa untuk menjadi seorang pendidik. Ia mengatakan, tari bisa menjadi metode pembelajaran.
Pembelajaran seni adalah pembelajaran yang sangat banyak diminati oleh siswa karena dengan seni peserta didik mempunyai wadah untuk mengembangakan dirinya dengan model pembelajaran yang menyenangkan dan menggembirakan.
Pembelajaran dengan seni itu menuntut kreatifitas seorang guru dan lebih menghidupkan proses menjemput pengetahuan.
“Silakan kembangkan kreativitas seni dengan jalur tari. Mungkin bisa dengan jalur seni lainnya dengan catatan tetap mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kesatunan,” pungkasnya.
Endang Wahyuni, pelatih tari UMPRI, menyampaikan, tari-tari yang ditampilkan merupakan hasil dari ciptaan dan kreativitas mahasiswa PGSD.
Tarian yang ditampilkan berlandaskan pada nilai sosiologi dan menceritakan kehidupan serta kondisi yang terjadi pada saat ini.
Kegiatan ini merupakan tugas dari mata kuliah Pendidikan Seni Tari. Diharapkan dengan ini, mahasiswa UMPRI khususnya Prodi PGSD lebih mencintai kebudayaan lokal di tengah arus globalisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Himpunan Mahasiswa PGSD yang menyukseskan kegiatan ini,” kata Ketua Prodi PGSD Yuni Arnidha.
Adapun nama-nama tarian yang ditampilkan adalah Tari Kelinci, Tari Tangkuban Perahu, Tari Waja Pendidikan Dimasa Pandemi, Tari Fram Bringsang, Tari Dolanan Nyeser Iwak, Tari Dolanan Zaman, Tari Bubu, Tari Belajakh Jama Midokh, Tari Jaka Tarub dan Nawang Wulan, Tari Nyalau, Tari Sahyang Asri, Tari Peken, Tari Dalam Bayangan 3 Candi, Tari David Paradang, Tari Pados Kreco, Tari Anak Penggembala, Tari Wonderland, Tari Mainan Sanak Cilik, Tari Buluh Seghibu, Tari Muli Petak Umpet. []
