Musyawarah area ODOJ Metro. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Metro – Komunitas One Day One Juz (ODOJ) adalah komunitas Alquran yang bertujuan untuk membiasakan anggotanya agar bisa istikamah tilawah setiap hari minimal 1 ayat sampai 1 juz.
Saat ini anggota ODOJ berjumlah 115 ribu orang yang tersebar di seluruh Indonesia hingga Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Jepang, Australia, Amerika, Mesir, dan Turki.
Dewan Pengurus Area (DPA) Komunitas ODOJ Kota Metro menggelar Musyawarah Area (Musrea) di Masjid Sabilil Mustaqim, Ahad (09/01/2022). Agenda yang dilaksanakan empat tahun sekali ini bertujuan untuk regenerasi kepemimpinan ODOJ Kota Metro.
Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus itu, Ketua Dewan Pengurus Area (DPA) ODOJ Metro periode 2017-2021 Ifa Asyifa menyampaikan bahwa pergantian estafet kepemimpinan merupakan keniscayaan dalam setiap organisasi, tidak terkecuali komunitas ODOJ.
“Setiap organisasi pasti menghendaki umur yang panjang, napas yang panjang dalam bergerak. Terlebih lagi organisasi yang bergerak di bidang Alquran seperti kita. Oleh karenanya, setiap organisasi memiliki keniscayaan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan atau estafet kepemimpinan, tidak terkecuali ODOJ. Sebab, selain jadi keniscayaan, musyawarah area merupakan amanah dari pengurus pusat untuk setiap DPA,” terangnya.
“Setelah satu amanah selesai, bukan berarti tanggung jawab kita jadi lebih ringan. Bisa jadi setelah ini Allah siapkan amanah yang lebih berat lagi dan tentu lebih besar lagi pahalanya,” kata dia.
Terpilih sebagai Ketua DPA ODOJ periode 2021-2024 Anny Muflikha. Ia meminta kepada seluruh anggota agar dapat bekerja sama dalam kepemimpinannya empat tahun ke depan.
Ia ingin semua bisa menyukseskan setiap program kerja yang sudah dan akan dilaksanakan seperti Ngaji On The Street (Ngaos), Kalkulus, Belajar Tahsin Quran dan rekrutmen anggota baru untuk bergabung di komunitas ODOJ Metro.
“Karena kita adalah satu tim. Saya meminta kepada seluruh anggota agar dapat bekerja sama dalam periode selanjutnya. Kita semua bersama memahami bahwa kerja dakwah ini bukanlah kerja individu, tapi kerja bareng-bareng. Seperti juga yang pernah disampaikan Ustaz Bakat Setiadji tentang analogi organisasi termasuk kita adalah analogi Avenger, bukan Superman. Kita bahu-membahu,” pintanya. []
