Kamisah (kanan) dan Masamah (kiri). | Dokumentasi KPU Bandar Lampung

Wartalampung.id, Bandar Lampung – KPU Bandar Lampung sejak 5 September lalu membentuk satuan khusus untuk membantu dalam hal sosialisasi tahapan pilkada. Ada 10 basis yang dibentuk KPU dan masing-masing basis diperkuat dua orang.
Kesepuluh basis itu adalah pemilih pemula, pemuda, agama, keluarga, marginal, berkebutuhan khusus, disabilitas, komunitas, warganet, dan perempuan. Selama Oktober dan November, setiap basis dibebankan pekerjaan lima aktivitas. Dua di Oktober, tiga di November.
Alhamdulillah di pekan ini semua kerjaan tuntas. Masing-masing basis punya keunikan sendiri. Termasuk profil orang-orang yang ada di basis. Salah satu yang menarik adalah di basis perempuan yang diperkuat dua perempuan tangguh: Kamisah dan Masamah.
Keduanya saban berkegiatan pasti mengenakan pakaian yang senada. Di balik rompi khas relawan demokrasi, Kamisah dan Masamah selalu mengenakan baju dan celana yang sama.
Baca: Relawan Demokrasi Basis Marginal KPU Bandar Lampung Pilih Kue Sebagai Peraga Sosialisasi
Kompak luar dalam istilahnya. Kadang mengenakan warna cerah seperti kuning, kadang berbaju kotak-kotak. Nyaris tiada basis yang duet orang-orangnya sekompak mereka sampai ke hal berpakaian.
Keduanya pun bersama-sama dalam bepergian dengan satu motor. Keduanya memang sejak lama bersama karena sama-sama aktif di Aisyiyah dan punya program lumayan banyak di lapangan. Maka saat KPU menduetkan keduanya di Basis Perempuan, mereka sudah klop.
“Kami mah sudah nyetel dari dulu. Kompak luar dalam,” kata Kamisah hari ini kepada wartalampung.id. Masamah mengaminkan.
Kemarin dalam kegiatan terakhir basis perempuan di Bukit Sakura, keduanya juga kompak. Dengan mengenakan jins, kemeja kotak-kotak, dan rompi khas relawan demokrasi, keduanya berfoto di depan baner.
Sebuah foto yang dikirim ke wartalampung.id berlatar mereka berdua, dikasih tambahan narasi “perempuan hebat tanpa golput”. Sukses ya Kamisah dan Masamah. [Adian Saputra]
