Wam Abbas Zakaria. | wartalampung.id

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dosen pertanian Universitas Lampung Wan Abbas Zakaria menyatakan, harga singkong di Lampung paling murah se-Indonesia.
Wan Abbas mengatakan, antara petani dan pabrik ada pihak agen. Petani, kata Wan Abbas, menyerahkan semuanya kepada agen karena jarak petani dengan pabrik terlalu jauh. Hal itu menyebabkan petani tidak mendapatkan keuntungan maksimal dari singkong yang mereka panen.
Wan Abbas mengatakan, perlu ada penataan regulasi tata niaga singkong sehingga harga tidak semata-mata ditentukan pihak pabrik.
Ia juga menyoroti adanya penurunan produksi 9 juta ton menjadi 5 juta ton. Pabrik yang beroperasi pun berkurang dan hasil produksinya kurang maksimal.
Ia mengemukakan, pasokan singkong hanya 43 persen dari kapasitas produksi pabrik. Harga singkong dari pabrik pernah Rp2.000 per kilogram, tapi terkendala kontinuitas.
“Kebutuhan kita sebesar 12 juta ton per tahun,” ujar dia dalam focus group discussion soal singkong yang digelar anggota DPD RI Abdul Hakim di kantor DPD Perwakilan Lampung, Sabtu, 18/12/2021.
Petani, ujarnya, terkendala tidak adanya jadwal tanam yang sesuai dengan kebutuhan pabrik dan masih mengandalkan kondisi alam serta cuaca.
Wan Abbas menilai, petani singkong mesti mempunyai kelompok tani yang kuat dan bisa melembaga dalam bentuk koperasi. Itu, ujarnya, akan menaikkan posisi tawar petani sehingga harga singkong tidak jatuh kala panen. []
