Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menjadi narasumber utama pada seminar nasional kewirausahaan yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia kemarin.
Dalam paparannya, Nasrullah menceritakan perjalanan hidupnya dalam membangun dan mengembangkan Teknokrat dari sebuah lembaga kursus menjadi universitas yang megah dan terbaik di Sumatera seperti sekarang.
Nasrullah mengatakan, mengembangkan bisnis itu penting bagi mereka yang sudah memetakan hidup untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur.
Nasrullah mengatakan, dua hal yang mesti ada adalah kreativitas dan inovasi. Kreativitas, ujar lulusan MBA Western Michigan University itu, adalah kemampuan mengembangkan ide baru dan cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang.
Sedangkan inovasi adakah kreativitas yang telah diterima oleh masyarakat dan digunakan industri.
Nasrullah mengemukakan, kata kunci bagi mereka yang ingin tampil sebagai wirausahawan adalah pengambilan risiko, menjalankan bisnis sendiri, memanfaatkan peluang, menciptakan bisnis baru, pendekatan inovatif, dan mandiri.
Sedangkan atribut yang melekat pada wirausaha, ujar doktor lulusan Universitas Padjadjaran ini, adalah pengetahuan, kemampuan, pengalaman, jaringan, informasi, sumber yang ada (uang, bakat, lingkungan, keluarga, dll), waktu, masa depan serta kesempatan.
Nasrullah juga menjelaskan beberapa penyebab bisnis tidak berkembang.
Poin-poinnya adalah inovasi yang lamban, penerapan modal yang kurang baik, marketing belum berkembang, target yang tidak optimal, SDM kurang mumpuni, kurangnya evaluasi, kurang mempelajari kondisi pasar, tidak mempelajari kompetitor, dan tidak mahir di dunia digital. []
