Koordinator Relawan Demokrasi Basis Warganet Bandar Lampung Adian Saputra | Wartalampung.id

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Koordinator Relawan Demokrasi Basis Warganet Bandar Lampung Adian Saputra mengatakan, menjelang Pilkada banyak hoax atau berita bohong yang bersliweran di masyarakat. Hoax dimaksud diantaranya yakni ajakan untuk tidak datang ke TPS agar terhindar dari Covid-19.
Masyarakat sudah sepatutnya waspada terhadap penyebaran Covid-19. Namun, jangan sampai ketakutan berlebih, lantas enggan berpartisipasi pada pemilu 9 Desember 2020 mendatang.
“Saat ini banyak Hoax seputar Pilkada yang beredar. Memang iya harus waspada (Covid-19), tapi jangan sampai paranoid,” Kata Adian saat menjadi pemateri sosialisasi tahapan Pilkada Bandar Lampung 2020 oleh Relawan Basis Warganet di Kafe Ambarukmo, Jalan Danau Toba, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu, 28/11/2020.
Mantan jurnalis Lampung post itu menuturkan, banyak masyarakat yang mempertanyakan kenapa Pilkada tetap berjalan di tengah Pandemi. Kekhawatiran akan adanya cluster baru penyebaran Covid-19 seolah menjadi momok masyarakat. Tak ayal, hoax bersliweran dan sulit dibendung, lantas membuat masyarakat takut untuk berpartisipasi.
Baca: Relawan Demokrasi Basis Warganet KPU Bandar Lampung Sosialisasi Cegah Isu Hoax Seputar Pilkada
“Yang harus kita pahami adalah, memilih pemimpin itu penting. Saya setuju Pilkada itu disegerakan, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Negara kita negara demokrasi, maka sistem pemilihan pemimpinnya dengan cara demokrasi yaitu Pemilu, tidak ada cara lain,” Kata ayah dua anak itu.
Adian berharap, masyarakat lebih bijak saat menerima informasi di media sosial agar tidak termakan hoax. Media sosial terkadang tidak menyaring informasi, berbeda dengan media massa yang memang wajib melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Baca: Menyalurkan Hak Pilih pada Pilkada Wajib Hukumnya, Ini Penjelasan Abdul Qodir Zaelani
“Padahal, informasi apapun mesti dikroscek, ditilik lagi pakai logika, dan pakailah nalar kita. Jangan percaya sesuatu hal yang kita tidak tahu tentang itu,” Kata dia.
Terlebih, saat ini KPU telah menetapkan aturan yang ketat sesuai standar protokol kesehatan. Ada 15 aturan baru yang harus diketahui dan ditaati oleh penyelenggara, peserta, maupun pemilih. Sehingga tidak ada alasan untuk takut datang ke TPS pada 9 Desember 2020 mend\atang. (*)
