Jenny Soelistiani (tengah) bersama Abdul Hakim (berkopiah hitam) serta Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi (kiri). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Peternak ayam petelur diprediksi punah. Ini jika harga pakan ayam tidak turun dalam tiga bulan ke depan.
Harga pakan yang meroket sampai Rp6.000 per kilogram dinilai memberatkan peternak ayam petelur. Padahal, harga telur ayam per kilogram tetap stabil Rp19 ribu-Rp21 ribu sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020.
Jika harga pakan ayam tidak terkendali, diprediksi dalam tiga bulan ke depan peternak ayam petelur lokal dan UMKM akan punah.
Demikian dikatakan Jenny Soelistiani, Ketua Pinsar Petelur Nasional (PNN) Lampung pada pertemuan dengan anggota DPD RI Abdul Hakim dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi, Jumat, 29/10/2021.
Pinsar adalah akronim dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia.
Jenny juga meminta bantuan Abdul Hakim agar mendesak Presiden Jokowi menerbitkan Keppres soal harga pakan.
Jika tidak demikian, harga pakan akan bergerak liar dan peternak ayam petelur sulit memperoleh dengan harga yang tinggi.
Mereka meminta harga pakan bisa bertahan pada Rp4.500 per kilogram.
Jenny mengatakan, hanya Keppres yang bisa menekan harga pakan ayam petelur. Apalagi ada beberapa korporasi yang juga mengambil ceruk ayam petelur sehingga makin membuat UMKM peternak ayam petelur makin terjepit.
Jenny mengatakan, ikhtiar pihaknya sudah maksimal dengan melakukan aksi ke beberapa instansi di Jakarta. Ia berharap Abdul Hakim bisa membantu mereka.
Caranya, dengan mendesak Presiden Jokowi agar menerbitkan Keppres yang mengatur harga pakan ayam. []
