MoU Universitas Teknokrat Indonesia dengan multipihak konstruksi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – PTS terbaik di Sumatera Universitas Teknokrat Indonesia meneken nota kesepahaman atau MoU dengan DPD Askonas, DPD Hatsindo, dan perusahaan-perusahaan konstruksi tentang Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Nantinya para mahasiswa dan dosen Teknokrat akan melakukan penelitian, pemagangan, dosen tamu, juga Sertifikasi Kompetisi Kerja (SKK).
Ketua Umum DPD Askonas Mofaje Caropeboka mengatakan, meskipun dalam kondisi pandemi covid-19, pihaknya terus bergerak dan berkarya untuk menciptakan terobosan-terobosan guna perkembangan bidang jasa kontruksi dan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Lampung.
Kegiatan penandatanganan MoU berlangsung di aula GSG lantai 2 Kampus Universitas Teknoktar Indonesia dan dihadiri oleh Ketua Umum DPD Askonas Lampung Dipl-Ing B Mofaje Caropeboka, SH. Ketua Umum DPD Hatsindo Dwi Agus Riyanto, ST didampingi beberapa wakil ketua umum.
Beberapa wakil perusahaan juga hadir di antaranya para direktur utama PT FKI, PT RBJ, PT BSD, PT. GAI, PT. MJP, dan CV Zafira.
Rombongan diterima Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Achmad Yudi Wahyudin, S.Pd., M. Pd. Wakil Dekan I Dedi Darwis, S. Kom., M. Kom, Qadhli Jafar Adrian, Bmm., MIT sebagai Ketua Prodi Teknik Elektro juga didampingi Novia Utami Putri, ST., MM.,MT. dan seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UTI.
Acara berlangsung dengan lancar hingga selesai dengan tetap menjalankan prokes ketat, tampak terlihat dari hangatnya penyambutan dari civitas akademika menunjukkan antusias dan harapan besar dari ditanda tanganinya kesepakatan kerjasama antara Universitas dan asosiasi yang bergerak di bidang jasa konstruksi baik perusahaan atau profesi.
Dalam keterangannya, Mofaje mengatakan, Askonas merupakan wadah berkumpulnya para pengusaha yang bergerak di bidang usaha jasa konstruksi.
Kata Mofa, hingga saat ini Askonas sudah memiliki puluhan ribu anggota yang tersebar di seluruh Nusantara.
“Dengan visi dan misi membina dan mengembangkan kemampuan usaha kepada seluruh anggotanya serta bisa bermamfaat kepada orang di sekitarnya,” ujar Mofa.
Mofa menambahkan, Askonas merupakan asosiasi perusahaan yang telah terakreditasi oleh Kementerian PUPR dan saat ini telah membentuk Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang sudah terlisensi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
Ia mengatakan, pihaknya sedang merencanakan peluncuran pada 5 Oktober 2021 oleh Menteri PUPR.
Sementara itu, Achmad Yudi Wahyudin, S.Pd., M. Pd. mewakili rektor dalam sambutannya berharap bahwa kerja sama ini bisa mewujudkan sinergi.
Dengan demikian, kurikulum yang ada di perkuliahan dapat selaras dengan kebutuhan dunia kerja khususnya di jasa konstruksi.
Hal senada juga disampaikan oleh Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom selaku Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Ilmu komputer UTI.
Ia mengatakan, lulusan dari Universitas Teknokrat Indonesia harus lebih siap berkompetisi di dunia kerja, informasi dan pengalaman langsung di lapangan dari pelaku usaha sangat diperlukan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa.
Ketua Umum DPD Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia (Hatsindo) Lampung, Dwi Agus Riyanto, ST, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya diperlukan sebuah proses sertifikasi kopetensi kerja (SKK).
Hatsindo adalah asosiasi profesi yang juga sudah terakreditasi oleh Kementrrian PUPR yang saat ini telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PT. Hatsindo Indonesia Teknik dan telah mendapatkan rekomendasi dari LPJK untuk mendapatkan Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dwi menambahkan bahwa LSP Hatsindo mempunyai skema jabatan kerja antara lain klasifikasi jalan, jembatan, SDA, bangunan gedung dan manajemen pelaksana.
“Kami siap membantu melakukan sertifikasi kepada calon lulusan dari Universitas Teknokrat Indonesia,” kata dia.
Wakil Rektor I Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, Mou ini diharapkan mendukung kemajuan kampus.
Mahasiswa teknik diminta memanfaatkan secara maksimal kerja sama ini ke depan. Sehingga pengetahuan teoretis di kuliah akan selaras dengan praktik di lapangan. []
