Lis Kurniawati membawakan paper pada konferensi internasional. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lis Kurniawati mewakili Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Lampung menjadi pembicara pada konferensi internasional yang diadakan Institut Aminudin Baki 2nd ICELAM Kementerian Pendidikan Malaysia beberapa hari lalu.
Lis membawakan makalah bertopik Gelas Rifal. Lengkapnya, Gerakan Literasi dan Kearifan Lokal (Gelas Rifal) untuk Menyiapkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.
Lis bercerita, ada beberapa tahapan sebelum ia didapuk menjadi pembicara seminar internasional ini. Ia mesti mendaftar kemudian mengumpulkan makalah dengan tema yang sudah ditentukan.
Barulah pada tanggal 20 September diumumkan paper terbaik dan akan dibawakan saat sesi konferensi internasional.
“Alhamdulillah makalah saya dipercaya untuk dibawakan. Bersyukur sekali,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini.
Lis mengatakan, nama resmi kegiatannya International Conference on Educational Leadership and Management.
Lis mengatakan, makalah ia ambil dari lomba saat munas JSIT beberapa waktu lalu. Ia kemudian merevisi pada beberapa bagian dan menyiapkan Power Point yang lebih simpel dan mudah dipahami.
“Makalah dari lomba munas kemarin saya revisi lebih simpel dan aplikatif lagi agar mudah difahami, penyajian PPT pun dibuat oleh tim kreator yaitu Siti Romlah yang diutus Yayasan Daarul Hikmah dari SDIT Permata Bunda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Daarul Hikmah Sunardi yang menaungi SDIT Permata Bunda tempat Lis bekerja, mendukung penuh langkah Lis membawakan makalah pada seminar internasional ini.
Lis mengatakan, ia bersyukur mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar dan turut mensyiarkan konsep yang ia gagas, serta mengenalkan program-program unggulan sekolah yang ada di bawah naungan Yayasan Daarul Hikmah, program JSIT Indonesia, serta program pemerintah Kemendikbudristek.
*Sehingga dapat diketahui dan dikenal oleh peserta seminar dari beberapa perwakilan mancanegara,” kata dia.
Lis mengatakan, respons peserta sangat positif. Salah satu tanggapan dari peserta adalah keharuan dari Dr. Wan Jalaludin, bahwa dalam mengusung konsep ini, menggunakan landasan filosofis Q.S Al Alaq ayat 1-2 dan Q.S An-nisa ayat 9.
“Semoga konsep Gelas Rifal ini dapat bermanfaat bukan hanya di kalangan yayasan, melainkan juga bagi kalangan pendidik di Bumi Pertiwi dan di kalangan internasional,” tutup Lis. []
