Atul. Dokumentasi IZI

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Saat usianya mustinya asyik bermain, Maratul Latifatul Usria (12 tahun) hanya bisa menahan sakit akibat tumor ganas di kepalanya.
Atul panggilan akrabnya merupakan anak bungsu dari pasangan Nur Kholis (41) dan Dewi Istiqomah (35), warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Nur Kholis mengatakan, awalnya tahun 2020 Atul merasakan sakit kepala biasa. Nur Kholis menganggap biasa saja.
Beberapa bulan kemudian Atul mengalami kecelakaan jatuh terpeleset di kamar mandi yang mengakibatkan anaknya tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda, Bandar Jaya, Lampung Tengah.
Ketika diperiksa Atul mengalami retak di bagian kepala sebelah kanan dan dokter mendiagnosis Atul mengalami tumor ganas yang selama ini Ia keluhkan.
Atul kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumaharjo untuk melakukan operasi pengangkatan tumor pertamanya pada tanggal 20 September 2020 dan beberapa kemoterapi di RSUD Abdul Moeloek.
Satu tahun berselang Atul kembali menjalani operasi untuk pengangkatan tumor yang kedua, pada 31 Agustus 2021 di Rumah Sakit Abdul Moeloek.
“Dokter yang menangani mengatakan masih ada beberapa tumor yang masih bersarang di kepala Atul di bagian kanan dan beberapa cairan di otaknya,” tambahnya.
Kepala gadis mungil ini pun harus menjalani operasi pengangkatan tumor otak yang kedua dan dilanjutkan dengan proses sinar (radioterapi) sebanyak 30 kali.
Nur Kholis mengatakan untuk biaya pengobatan anaknya ditanggung dengan kartu BPJS kelas 3. Namun jika masa berlaku kartu habis, Nur Kholis harus kembali membuat pembaruan rujukan.
Tentunya hal ini cukup memakan biaya yang tidak sedikit karena jarak tempuh rumahnya dan Rumah Sakit Abdul Moeloek cukup jauh.
Ada kejadian yang membuat hati Nur Kholis haru ketika Ia mendapat info dari perawat bahwa ada tempat singgah gratis bagi pasien tidak mampu yang berasal dari luar daerah seperti dirinya.
Perawat itu menyampaikan bahwa Rumah Singgah Pasien tersebut memberikan fasilitas gratis berupa tempat singgah gratis bagi pasien dan pendamping, layanan antar-jemput pasien.
Nur Kholis sangat senang mendengar info ini dan mendaftarkan diri di Rohis Abdul Moeloek yang notabene merupakan salah satu mitra IZI dalam mengelola Rumah Singgah Pasien (RSP) selain YBM PLN.
Nur Kholis sangat merasa terbantu sekali dengan keberadaan RSP IZI-YBM PLN Lampung ini.
“Saya mendapatkan banyak kemudahan karena selama tinggal di sini semuanya gratis dari tempat tinggal, makan minum, layanan antar-jemput ambulans. Bahkan kami mendapat bimbingan rohani keislaman dan kesehatan. Juga lingkungannya yang kondusif dan bisa mendapat teman-teman seperjuangan,” ungkap Nur Kholis.
Saat ini Nur Kholis hanya berharap akan kesembuhan anaknya sehingga bisa sehat seperti teman-teman sebayanya. Ia sangat merindukan keceriaan dan senyum manis anak bungsunya itu.
Nur Kholis juga banyak berterima kasih kepada RSP IZI-YBM PLN Lampung yang telah memberikan layanan gratis kepada anaknya selama berobat dan tinggal di RSP.
“Semoga RSP IZI-YBM PLN Lampung kedepannya tetap terus bisa membantu meringankan beban orang-orang sakit yang tidak mampu dari luar daerah seperti saya,” ujar Nur Kholis.
Sementara menurut Fahri Galang Reinaldi, Kepala RSP IZI-YBM PLN Lampung, sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 telah melayani lebih dari 1500 pasien duafa yang membutuhkan tempat menginap selama masa pengobatan.
“Alhamdulillah ini semua berkat dukungan dari YBM PLN Lampung dan Rohis RSAM serta para dermawan lainnya yang selama ini telah mempercayakan zakat infak dan sedekahnya dengan menyalurkannya melalui IZI,” kata Fahri. [Muklis Hendro Zatmiko, Mahasiswa Perbankan Syariah UIN Raden Intan Lampung]
