Berita Foto Politik

Anggota Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung Yuni Karnelis Bentuk 100 Kelompok Bank Sampah

Anggota Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung Yuni Karnelis Bentuk 100 Kelompok Bank Sampah

Bank Sampah inisiasi Yuni Karnelis bekerja sama dengan Emak.id, | Dokumentasi

Bank Sampah inisiasi Yuni Karnelis bekerja sama dengan Emak.id, | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebagai upaya membantu Pemerintah Kota Bandar Lampung mengurangi volume sampah di Tempah Pembuangan Akhir (TPA), anggota DPRD Kota Bandar Lampung Yuni Karnelis berinisiatif membentuk kelompok bank sampah berbasis ibu-ibu rumah tangga.

Yuni menjelaskan, volume sampah di kota Bandar Lampung terus bertambah seiring bertambahnyanya jumlah penduduk. Karena itu, harus ada upaya pengurangan jumlah volume sampah di TPA.

Yuni mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengurangi sampah, salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan Bank Sampah yang dibentuk Yuni di beberapa titik di Bandar Lampung.

Yuni mengatakan, jika kesadaran akan kebersihan dan pengelolaan sampah sudah baik, tentu nantinya volume sampah akan bisa berkurang.

Untuk Bank Sampah ibu-ibu ini, pihaknya bekerja sama dengan Bank Sampah Emak.id. Target Yuni, bisa terbentuk 100 kelompok bank sampah berbasis ibu-ibu rumah tangga di beberapa titik di Bandar Lampung

Demikian kata Yuni saat membentuk kelompok bank sampah di Kelurahan Batuputu beberapa hari lalu.

dalam rilisnya, Yuni ini menambahkan, gerakan pilah sampah dari rumah bisa mulai digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat memilah sampah rumah tangga. Di antaranya sampah organik dan yang bisa didaur ulang.

Sampah yang sudah dipilah oleh masyarakat akan dikumpulkan ke bank-bank sampah. Di sana, sampah bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus dan lain-lain bisa dijual.

“Cara ini akan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan dan membuat sampah menjadi barang ekonomis bernilai jual. Mudah-mudahan ke depan, keberadaan bank sampah terus bertambah. Kami akan dorong sampai semua RT di Bandar Lampung memiliki bank sampah. Caranya dengan sosialisasi yang massif dan pemberian bantuan ember untuk pilah sampah,” jelas Yuni. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda