Yatim Mandiri. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini menyebabkan ribuan anak terpaksa menjadi yatim duafa karena wafatnya sang ayah sebagai tulang punggung keluarga.
Sebagai lembaga amil zakat nasional yang berfokus dalam penanganan yatim duafa, Yatim Mandiri perlu segera mengambil sikap sebagai yang terdepan dalam merespons kebutuhan tersebut di lapangan.
Kepala Regional 3 Yatim Mandiri, Sugeng Riyadi menjelaskan, melalui berbagai program, Yatim Mandiri telah melalui berbagai program pendidikan yang terintegrasi dan bekelanjutan untuk membantu mengatasi permasalahan bangsa.
“Utamanya permasalahan terkait yatim duafa akibat pandemi covid-19 yang tengah berkecamuk di negeri ini,” katanya dalam rilis.
Lebih lanjut, ia memaparkan program-program sosial dan pemberdayaan Yatim Mandiri yang sudah berjalan pada tahun 2021.
“Bantuan pendidikan untuk 1000 yatim duafa terdampak pandemi covid-19, beasiswa pendidikan untuk 16.145 yatim duafa, asrama untuk 1000 yatim duafa, pendampingan ekonomi untuk keluarga yatim duafa,” jelasnya.
Dalam kesempatan 1 Muharram 1443 H ini, Yatim Mandiri memulai penyaluran bantuan pendidikan untuk 1.000 yatim duafa terdampak pandemi secara bertahap di beberapa wilayah di Indonesia.
Jumlah ini bukan tidak mungkin akan terus bertambah mengingat antusiasme masyarakat untuk membantu program-program penanganan yatim duafa ini sangat besar.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Mutrofin, Dewan Pengurus Yatim Mandiri, mengemukakan, pada momentum Muharam ini, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk mengaktualisasi diri dengan berhijrah.
“Hijrah artinya bukan sekadar hijrah, melainkan juga hijrah sosial dengan cara berbagi terhadapp sesama. Karena sebaik-baik manusia adalah menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Mari torehkan sejarah terbaik di tahun yang baru ini semoga kita menjadi pribadi yang terbaik dari tahun sebelumnya,” tuturnya. []
