Jalan rusak karena sering kebanjiran di Labuhanratu Raya. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Warga Jalan Untung Suropati Gang Famili VI, Kelurahan Labuhanratu Raya, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah usai banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Banjir terakhir pada 21 April 2025. Warga setenmpat, Firsesmasyah (58), yang akrab disapa Dapit, mengaku terganggu karena jalan rusak menghambat aktivitas sehari-hari.
Tak hanya jalan yang rusak, banjir yang kerap melanda menjadi masalah utama warga sekitar.
Dapit menyatakan apabila hujan telah tiba rumahnya pasti akan kebanjiran, air yang masuk menyebabkan isi rumah menjadi basah dan membuatnya kesusahan, kerugian kecil maupun besar dialami. Namun, bantuan dari pihak terkait tak kunjung datang.
Menurut Dapit, para pejabat sejauh ini omong kosong.
“Pejabat cuma omong doang, rumah kami kebanjiran, kasur basah, tapi bantuan cuma berupa nasi bungkus, ” ujar Dapit, Jumat (5/7).
Dapit juga menyampaikan kesediaannya untuk melakukan perbaikan fasilitas umum yang rusak, serta warga setempat yang sebenarnya mampu dan bersedia bergotong-royong untuk memperbaiki kondisi lingkungan.
Namun, tanpa adanya dukungan dana dari pihak yang bertanggung jawab, semua upaya tersebut akan sulit terealisasi dan masalah pun tak kunjung terselesaikan.
Ia juga mengimbau agar para pihak terkait memiliki kesadaran lebih atas berbagai permasalahan yang tidak hanya terjadi di kampungnya, tetapi juga di wilayah lain di Kota Bandar Lampung.
“Jadi tolonglah kepada anggota dewan, lurah, camat, RT-RT, pemerintah setempat memberikan bantuannya. Orang-orang yang memiliki harta lebih, bantulah warga-warga yang menderita karena banjir ini,” tambahnya.
Dapit menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintah menunjukkan kepedulian nyata, serta mengajak mahasiswa untuk ikut menyuarakan persoalan banjir, agar para pihak terkait dapat segera bertindak dan tidak hanya berpasrah pada keadaan. . [Putri Patmawati/Afni Adela P]

Tinggalkan Komentar Anda