Pringsewu

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Mahathir Muhammad Ajak Guru SMAN 2 Pringsewu Miliki Growth Mindset

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Mahathir Muhammad Ajak Guru SMAN 2 Pringsewu Miliki Growth Mindset

Mahathir Muhammad

Wartalampung.id, Pringsewu – Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengisi training motivasi di SMAN 2 Pringsewu kemarin. Kedatangan Mahathir disambut Kepala SMAN 2 Pringsewu Budi Susanto S.Si, M.Pd.

Materi dari Mahathir ini juga menandai pemaknaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh hari ini, 2 Mei 2025, di sekolah setempat.

Budi berharap materi yang diberikan Mahathir mampu memicu semangat baru para guru. Sebab, tantangan pendidikan sekarang berbeda dengan beberapa tahun yang lampau.

Ia mengatakan, pendekatan yang dilakukan sekarang juga akan berbeda kepada siswa jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

Ia juga mengungkapkan kerja sama dengan Teknokrat akan terus berjalan untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Budi berharap Mahathir mampu memberikan perspektif baru khususnya kepada para guru senior di sekolah ini.

Ia yakin dengan training ini ada peningkatan cara mengajar dan metode pendekatan kepada siswa.

Mahathir menekankan pada cara pandang atau pola pikir yang bertumbuh. Growth mindset, kata dia, menempatkan cara pandang dengan menyesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga membutuhkan kecepatan adaptasi.

Sementara orang yang berpola pikir tetap, fixed mindset, tidak akan cepat berubah dan menyesuaikan dengan zaman.

Mahathir menyampaikan, teknik mengajar dan pendekatan kepada siswa memang mesti berbeda, disesuaikan dengan kapasitas dan potensi siswa.

Ia juga mengajak guru untuk cepat beradaptasi dengan penggunaan teknologi yang memang sering digunakan oleh siswa generasi alpha.

Termasuk juga pendekatan dalam media sosial sebagai salah satu bagian pembelajaran.

Mahathir juga menyampaikan tentang teknologi metaverse yang ke depan akan membantu dalam peningkatan mutu pendidikan. Termasuk juga memanfaatkan kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dalam mendukung pendidikan.

Mahathir menegaskan, AI tidak akan pernah menggantikan peran manusia. Namun, orang yang tidak mampu menggunakan AI akan tertinggal dengan mereka yang mampu memanfaatkan AI untuk peningkatan kualitas hidup termasuk dalam ranah pendidikan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda