Bandar Lampung

Opini: Antara ASI, Karier, dan Keuangan Ibu Bekerja

Opini: Antara ASI, Karier, dan Keuangan Ibu Bekerja

Endang Asliana

Oleh Endang Asliana, Dosen Prodi Akuntansi Bisnis Digital Polinela

Menyusui sambil tetap aktif bekerja adalah perjuangan luar biasa bagi semua ibu bekerja dan menyusui. Penulis salut dengan para ibu yang masih meluangkan waktu untuk mengurus buah hatinya dengan tetap menjaga profesionalitas dalam bekerja.

Namun, dari sisi manajemen keuangan, kondisi ini sering menimbulkan biaya-biaya tersembunyi yang jika tidak dikelola dengan baik bisa mengganggu arus kas bulanan. Berikut adalah beberapa masalah keuangan yang biasanya muncul dan cara menyikapinya.

Di awal kembali bekerja, kita akan dihadapkan pada pengeluaran modal (capital expenditure) yang tidak sedikit.

Membeli pompa elektrik yang berkualitas (terutama yang wearable atau double breast pump) untuk efisiensi waktu di kantor bisa memakan biaya jutaan rupiah.

Selain itu, tas pendingin (cooler bag), kantong ASI sekali pakai, botol kaca, hingga breast pads. Jika tidak dihitung saksama, pengeluaran perintilan ini bisa membengkak.

Hal lain yang diulas adalah manajemen waktu yang sangat berkaitan dengan uang.

Jika kita tidak sempat membawa pulang ASI sendiri atau produksi berlebih dan ingin segera mengirimnya ke rumah, biaya jasa kurir ASI harian akan menjadi pengeluaran rutin baru.

Penggunaan deep freezer khusus ASI yang menyala 24 jam tentu akan meningkatkan tagihan listrik bulanan.

Ada pula tax pada produktivitas dan kesehatan. Ini adalah biaya tidak langsung yang sering terlupaka.

Asupan Nutrisi Ibu

Menyusui sambil bekerja membutuhkan energi ekstra. Anggaran makan biasanya meningkat karena ibu perlu makanan bergizi tinggi, suplemen pelancar ASI (booster), dan camilan sehat agar tidak tumbang.

Risiko Kesehatan

Jika ibu kelelahan dan jatuh sakit (karena memaksakan diri memompa dan lembur), akan muncul biaya pengobatan dan pengurangan pendapatan jika jatah cuti sakit habis.

Efisiensi Keuangan 

Untuk harga kantong asi yang mahal, gunakan botol kaca yang bisa dicuci dan dipakai ulang untuk stok di rumah.

Untuk harga pompa ASI baru yang tinggi, bisa dipertimbamgkan dengan menyewa pompa ASI hospital grade atau membeli unit preloved (dengan catatan membeli set corong/selang yang baru demi higienitas).

Jika stok ASI tidak terlalu banyak, maksimalkan freezer kulkas yang sudah ada daripada membeli/sewa freezer khusus.

Menyusui sebenarnya adalah penghematan besar dalam jangka panjang. Biaya untuk susu formula berkualitas tinggi biasanya jauh lebih mahal daripada total biaya peralatan memompa dan asupan nutrisi Anda.

Jadikan ini sebagai motivasi saat melihat pengeluaran di awal terasa berat. Jangan lupa cek kebijakan kantor.

Beberapa perusahaan menyediakan fasilitas ruang laktasi dan kulkas gratis, yang berarti Anda bisa menghemat biaya operasional harian. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda