Baliho Hantoni Hasan. | Wartalampung.id

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam dua pekan terakhir, baliho Hantoni Hasan menjadi bakal calon gubernur Lampung banyak terpasang di Bandar Lampung dan kabupaten lain. Hantoni Hasan mengusung jargon “Lampung Bangkit”.
Kepada wartalampung.id, Ketua Dewan Pakar PKS Lampung itu mengatakan, pemasangan baliho dirinya siap maju pilgub Lampung bukan gimmick. Hantoni mengatakan, ia serius untuk maju dalam kontestasi pilkada tahun 2024 itu.
Hantoni mengatakan, ia berupaya tampil dengan gagasan yang berasal dari keprihatinan melihat Lampung yang stagnan. Padahal, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Lampung cukup besar. Sayangnya, kata Hantoni, sejauh ini Lampung tertinggal jika dibandingkan provinsi lain, bahkan di Sumatera.
Hantoni mengemukakan, kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM) yang rendah, pengelolaan sumber daya yang minim, menjadi sumber tekadnya melakukan perubahan dengan jargon “Lampung Bangkit”.
Hantoni mengatakan, greget melihat Lampung yang stagnan. Ia sampai mempertanyakan, apakah tidak ada orang Lampung baik asli kelahiran daerah ini atau pendatang, yang mempunyai kemampuan menajerial sebagai gubernur yang cakap.
Ia menilai, sejauh ini, nyaris pekerjaan rumah untuk Lampung selalu berulang. Kemiskinan, IPM yang rendah, nilai tukar petani (NTP) yang tidak maksimal, pengelolaan sumber daya alam yang awut-awutan selalu muncul saban tahun.
Hantoni menekankan, tidak ada kesuksesan yang signifikan dicapai Lampung dalam setiap pergantian kepemimpinan selevel gubernur.
Hantoni mengatakan, ia menyodorkan diri dalam bentuk sosialisasi sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk memajukan Lampung. Ia ingin, dirinya bisa masuk ke semua segmen dan partai politik, tidak sebatas PKS tempatnya bernaung.
Hantoni menjelaskan, semua elemen di Lampung, termasuk partai, pasti ingin melihat Lampung ini maju. Sebab itu, ia memunculkan diri dengan konsep dan gagasan agar jargon “Lampung Bangkit” itu bisa direalisasikan.
Soal dirinya lebih dahulu memunculkan diri, Hantoni beralasan, publik perlu mengetahui sejak jauh-jauh hari calon pemimpinnya. Ia tidak ingin pemimpin yang muncul adalah mereka yang tidak memiliki rekam jejak yang diketahui publik. Maka itu, kata dia, dirinya bergerak cepat untuk memasarkan diri sebagai calon gubernur.
Hantoni Hasan dikenal sebagai politikus PKS. Ia pernah menjadi Ketua DPD PKS Bandar Lampung periode 2004-2009. Hasil pemilu 2004 menjadikan dirinya anggota DPRD Bandar Lampung, bahkan didapuk wakil ketua DPRD setempat.
Tahun 2010, Hantoni pernah maju dalam pilkada Bandar Lampung sebagai calon wakil wali kota. Ia berpasangan dengan petahana Eddy Sutrisno. Namun, pasangan ini kalah oleh pasangan Herman HN-Thobroni Harun.
Ia juga pernah duduk di DPRD Lampung selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Bahkan menduduki jabatan wakil ketua DPRD setempat periode 2010-2015.
Pada pemilu 2019, Hantoni ditempatkan sebagai calon anggota DPR dari daerah pemilihan Lampung 1. Namun, suaranya tak mencukupi dirinya melenggang ke Senayan. []
