Yusuf Eddy Triyanto. | Dandy HR
Wartalampungi.d, Bandar Lampung – Upaya pengusulan gelar pahlawan nasional untuk tokoh pejuang Lampung, Mr. Gele Harun dinilai mulai meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Yusuf Eddy Triyanto, Penyuluh Sosial Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung, dalam wawancara yang menyoroti perkembangan terkini proses pengajuan tersebut.
Menurut Yusuf, usulan gelar pahlawan ini pada awalnya datang dari masyarakat, khususnya dari pihak ahli waris yang kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Provinsi Lampung.
“Setelah menerima usulan itu, kami melakukan verifikasi melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) yang bertugas meneliti dan mengkaji kelayakan tokoh yang diajukan,” jelasnya usai dialog di RRI Bandar Lampung hari ini.
Yusuf menjelaskan Gele Harun memiliki rekam jejak perjuangan yang sangat kuat, terutama saat agresi militer Belanda II.
“Beliau berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di wilayah Lampung, mulai dari Pringsewu hingga Way Tenong di Lampung Barat. Pengorbanannya luar biasa,” ujarnya.
Meskipun demikian, proses usulan gelar pahlawan tersebut saat ini dianggap meredup. Menurut Yusuf, secara prosedural semua tahapan sudah dijalankan sesuai aturan.
Bahkan tim dari Kementerian Sosial sudah pernah turun langsung untuk melakukan peninjauan.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah kabupaten/kota, tokoh adat, dan perguruan tinggi dalam menghidupkan kembali usulan ini.
Forum-forum resmi, diskusi akademik, serta kajian sejarah dinilai dapat menjadi ruang untuk kembali menggaungkan ketokohan Gele Harun.
Terkait dengan tingkat kepedulian masyarakat Lampung terhadap tokoh lokal, Yusuf menilai respons publik selama ini cukup positif. Namun, penurunan minat dari sebagian masyarakat tetap memiliki dampak terhadap meredupnya proses usulan.
Saat ini Lampung baru memiliki dua tokoh yang diakui sebagai Pahlawan Nasional, yaitu Raden Intan II dan KH Ahmad Hanafiah yang gelarnya baru disahkan pada 2023 setelah proses panjang puluhan tahun.
Yusuf menutup dengan pesan kuat kepada generasi muda agar mengenal, menghargai, dan memperjuangkan tokoh-tokoh lokal. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda