Bandar Lampung

Timotius Widianto Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Siap Harumkan Nama Kampus di Peksimida

Timotius Widianto Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Siap Harumkan Nama Kampus di Peksimida

Timotius Widianto

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila).

Timotius Widianto, mahasiswa angkatan 2024, berhasil meraih Juara 1 Cabang Lomba Menyanyi Keroncong Putra dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Universitas Lampung (Peksimila) 2025.

Berkat capaian tersebut, Timotius dipercaya untuk mewakili Universitas Lampung pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida).

Ajang ini menjadi tahapan penting untuk menyeleksi mahasiswa terbaik yang akan melaju ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).

Kepada Warta Lampung, Timotius mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah berhasil meraih juara di tingkat universitas.

Kesempatan untuk membawa nama Unila ke tingkat daerah menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkembang.

“Saya merasa senang. Kesempatan ini sangat berarti bagi saya karena dapat menjadi pengalaman baru dan menambah wawasan di bidang seni,” ujarnya kepada wartalampung.id hari ini.

Menurut Timotius, kompetisi keroncong dalam Peksimida akan menjadi ajang yang menarik karena mempertemukan mahasiswa-mahasiswa berbakat dari berbagai perguruan tinggi di Lampung.

Hal tersebut justru menjadi penyemangat baginya untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Ia menilai bahwa musik keroncong merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai tinggi dan perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Melalui ajang Peksimida, Timotius berharap dapat ikut berkontribusi dalam menjaga eksistensi musik keroncong di tengah perkembangan zaman.

Sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat daerah, Timotius mulai memfokuskan diri pada peningkatan kualitas vokal, teknik bernyanyi, serta penghayatan lagu.

Selain itu, ia juga menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kondisi fisik dan performa suaranya.

“Saya berusaha menjaga kualitas vokal dengan pola hidup sehat dan rutin melatih kemampuan bernyanyi agar bisa tampil maksimal,” katanya.

Dalam proses persiapannya, Timotius juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk para dosen yang terus memberikan motivasi dan semangat.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan baginya untuk terus berlatih dan memberikan yang terbaik bagi Universitas Lampung.

Meski perjalanan menuju tingkat nasional masih panjang, Timotius memiliki harapan besar untuk dapat menorehkan prestasi lebih tinggi. Ia menargetkan dapat tampil optimal di Peksimida dan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan perjuangan di Peksiminas.

“Semoga saya bisa memberikan hasil terbaik dan melangkah ke Peksiminas,” ungkapnya.

Bagi Timotius, keikutsertaan dalam ajang seni mahasiswa bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar, memperluas relasi, serta mengembangkan potensi diri.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

“Talenta ada dalam diri setiap orang. Yang terpenting adalah berani mengembangkannya dan terus berusaha menjadi lebih baik,” pesannya.

Dengan semangat, dedikasi, dan dukungan dari lingkungan kampus, Timotius Widianto kini bersiap menghadapi Peksimida.

Prestasinya menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi dan mengharumkan nama kampus di bidang seni. [Ridho Ardi Anda]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda