Nusantara

Suara Sempat Hilang, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis Unila Jesica Florensia Juara I Nasional

Suara Sempat Hilang, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis Unila Jesica Florensia Juara I Nasional

Jesica Florensia

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Kondisi tubuh yang tidak fit ternyata tidak mampu menghentikan langkah Jesica Florensia untuk meraih prestasi terbaik di panggung nasional.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila) angkatan 2023 ini berhasil meraih juara I Lomba Menyanyi Bahasa Prancis Kategori Mahasiswa dalam ajang La Semaine de la Mode 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Di balik pencapaian itu tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Jadwal pengambilan video lomba yang semula ditetapkan H-2 sebelum tenggat harus mundur karena Jesica harus menghadiri acara pemilihan Duta Bahasa sebagai pendukung adik tingkat, lalu dilanjutkan dengan tugas pelayanan di gereja yang tidak bisa ia tinggalkan.

Saat itu pula, tubuhnya mulai menunjukkan gejala sakit — batuk, pilek, bersin-bersin, dan suara bindeng.

Meskipun kondisi tubuh tidak fit, Jesica tetap melayani dan bernyanyi di gereja. Keesokan harinya, saat pengambilan video lomba dilakukan, kondisinya belum membaik.

Batuk berlanjut, suara makin menghilang, dan tenggorokan terasa gatal. Akibatnya, nada-nada tinggi sulit dicapai dan suara kerap terdengar fals.

Jesica mengaku sempat gelisah dan nyaris menyerah. Mendaftar lomba lalu tidak mengumpulkan video terasa sia-sia, tapi mengumpulkan hasil yang tidak maksimal pun menyisakan rasa tidak puas.

“Sudah beberapa kali mengulang tetap tidak sampai pas bagian reff,” kata dia kepada wartalampiung.id hari ini.

Di titik itulah Jesica memilih satu langkah: berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

Ia meyakini bahwa dengan satu kali take lagi, ia pasti bisa — meski hasilnya mungkin tidak sebaik saat kondisi tubuh sedang prima.

Dan keyakinan itu terbukti. Setelah berkali-kali mengulang, satu take terbaik akhirnya berhasil ia dapatkan dan dinilai layak untuk dikumpulkan.

Lagu yang ia bawakan adalah Dernière Danse, pilihan yang bukan tanpa alasan.

Jesica sebelumnya telah membawakan lagu tersebut secara langsung di ajang La Semaine Française 2026 UNJ, sehingga lirik dan penghayatannya sudah benar-benar ia kuasai.

“Karena masih hafal dan aku kuasai, jadi aku memilih lagu itu. Sebenarnya ada lagu lain, namun aku belum terlalu hafal,” jelasnya.

Untuk menjaga kondisi vokal di tengah sakit, ia mengandalkan cara sederhana: istirahat, minum obat, perbanyak air putih, serta ramuan jeruk nipis dan kecap untuk meredakan gatal di tenggorokan.

Saat pengumuman juara tiba, rasa syukur langsung membanjiri hatinya.

“Sangat sangat bersyukur. Aku yang awalnya ragu dan takut hasilnya tidak sesuai harapan, ternyata Tuhan mematahkan rasa ragu dan takut aku menjadi kabar sukacita,” katanya.

Jesica menyebut dukungan dari Kaprodi, para dosen, serta sahabat-sahabatnya, terkhusus Muni, Najwa, dan Fina, sebagai energi yang menopangnya.

Pesan sang mama pun ia jadikan pegangan.

“Kalau Tuhan mau kamu yang menang, pasti kamu yang menang siapa pun lawannya.”

Kemenangan ini ia dedikasikan untuk keluarga, almamater Unila, program studi kebanggaannya, serta seluruh orang yang telah mendukung perjalanannya.

Ke depan, Jesica ingin terus mengasah pelafalan (prononciation) karena membawakan lagu berbahasa Prancis adalah tantangan tersendiri yang ingin ia taklukkan lebih jauh.

“Rasa takut bisa dikalahkan ketika kita berani mencoba. Keberanian sejati bukan tentang selalu berhasil, melainkan tentang tidak berhenti melangkah,” pungkas Jesica. [Najwa Kamila]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda