Berita Foto Ruwajurai Tanggamus

Tim Pengabdian Masyarakat FK Unila Manfaatkan Limbah Nanas Jadi Mykunas untuk Kesehatan Gigi

Tim Pengabdian Masyarakat FK Unila Manfaatkan Limbah Nanas Jadi Mykunas untuk Kesehatan Gigi

Tim dosen dan mahasiswa Farmasi FK Unila pengabdian kepada masyarakat Pekon Gunung Terang, Bulok, Tanggamus. | Dokumentasi

Tim dosen dan mahasiswa Farmasi FK Unila pengabdian kepada masyarakat Pekon Gunung Terang, Bulok, Tanggamus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Pekon Gunung Terang, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Selasa, 30 Juli 2024 yang lalu.

Kegiatan dilaksanakan di balai pekon setempat dan dihadiri 30 peserta yang merupakan masyarakat setempat.

Kegiatan bertujuan untuk melaksanakan pembinaan atau pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan kekayaan alam lokal di pekon tersebut.

Tim diketuai Afriyani beranggotakan dosen dari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yaitu Zulfakor Oktoba, Atri Sri Ulandari serta tim dari mahasiswa.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan rangkaian acara pendampingan pembuatan “Mykunas” (gummy kulit nanas), permen yang berkhasiat dari kulit nanas.

Permen ini berbahan dasar dari kulit nanas yang di pekon cukup melimpah. Kulit nanas merupakan limbah yang masih memiliki banyak manfaat. Salah satunya untuk perawatan gigi.

Hal ini merupakan kekayaan alam yang ada di desa setempat untuk limbah kulit nanas yang belum dimanfaatkan. Dengan adanya pendampingan pembuatan Mykunas ini, diharapkan meningkatkan dan memberikan inspirasi kepasa masyarakat untuk memanfaatkan limbah tersebut.

Materi yang diberikan mengenai pembuatan Mykunas serta penjelasan mengenai manfaat kulit nanas. Antusiasme masyarakat akan kegiatan pengabdian ini sangat besar.

Harapanya, masyarakat bisa memanfaatkan dan mengembangkan sendiri limbah dari kulit nanas.

Dari yang sebelumnya sampah, kini dimanfaatkan sebagai sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai penting dalam kebersihan lingkungan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda