Berita Foto Nusantara

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Pasir Gintung, Pedagang dan Pengunjung Dapat Kaus

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Pasir Gintung, Pedagang dan Pengunjung Dapat Kaus

Presiden Jokowi membagikan kaus. | Dokumentasi

Presiden Jokowi membagikan kaus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi meresmikan Pasar Gintung di Bandar Lampung kemarin.

Acara peresmian ini tidak hanya dihadiri oleh pejabat tinggi dan masyarakat setempat, tetapi juga disertai dengan aksi simbolis yang penuh makna.

Presiden Jokowi membagikan kaus kepada para pedagang dan pengunjung pasar sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pasar tradisional dalam perekonomian nasional.

“Pasar seperti Pasar Gintung ini merupakan jantung perekonomian rakyat. Saya berharap dengan diresmikannya pasar ini, perekonomian lokal di Bandar Lampung dapat semakin maju dan berkembang,” ujar Jokowi.

Usai peresmian, Presiden Jokowi turun langsung ke area pasar dan membagikan kaus kepada para pedagang dan pengunjung.

Aksi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pedagang yang menganggapnya sebagai dorongan positif bagi semangat mereka.

Tanggapan positif atas adanya kunjungan tersebut dikatakan oleh salah seorang pedagang, Robi.

“Senang sekali bisa berinteraksi dengan Presiden dan tadi sempat mendapatkan kaus langsung dari beliau,” katanya.

Menurut dia, selain mendapatkan kaus ia pun merasa terbantu dengan adanya Pasar Gintung yang sudah direvitalisasi.

‘’Ya semoga ke depannya saya dan pedagang yang lain berharap bisa terbantu dengan fasilitas yang ada di Pasar Gintung ini,” ucapnya.

Pasar Gintung yang baru diresmikan ini menawarkan berbagai fasilitas modern untuk mendukung kenyamanan transaksi, termasuk area parkir yang luas, fasilitas sanitasi yang memadai, serta ruang penyimpanan untuk para pedagang.

Pemerintah berharap pasar ini akan menjadi contoh bagi pengembangan pasar tradisional lainnya di Indonesia. [Abednego Stefanus]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda