Tim pengabdian kepada masyarakat Unila terdiri dokter dan mahasiswa. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kiluan – Menurut organisasi kesehatan dunia, World Health Organisation (WHO), empat penyakit kronis terbesar dengan biaya perawatan tertinggi adalah penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit paru obstruktif kronis, dan serta kanker.
Tanggamus memiliki prevalensi hipertensi yang didiagnosis dokter berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 sebanyak 10,03%, sedangkan diabetes pada penduduk di atas 15 tahun 0,82%.
Di Pekon Kiluan Negeri, warganya memiliki pola penyakit tidak menular yang terjadi yaitu penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes mellitus) dan penyakit jantung, yang terlihat dari peringkat 10 besar penyakit terbanyak yang berkunjung ke UPT Puskesmas Rawat Inap kelumbayan.
Jarak dari Pekon Kiluan Negeri ke UPT Puskesmas Rawat Inap Kelumbayan berjarak 28 km. Dengan letak geografis yang sulit, memerlukan waktu tempuh sekitar 90 menit dengan kendaraan bermotor.
Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian Universitas Lampung yang diketuai oleh TA Larasati bersama 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran berupaya membantu pemerintah untuk pencegahan penyakit kronis di Pekon Kiluan Negeri, khususnya hipertensi dan diabetes mellitus tipe 2 melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode Posbindu Plus (Pos Pembinaaan Terpadu).
Kegiatan yang dilaksanakan 27-29 April 2023 ini berupa:
- Promosi dan edukasi pencegahan penyakit kronis pada kelompok berisiko yaitu usia di atas 35 tahun.
- Melatih prediksi risiko dengan diabetes risk calculator, pengukuran lingkar perut, dan indeks masa tubuh.
Kalkulator risiko diabetes dapat memprediksi risiko individu untuk menderita diabetes mellitus tipe 2 dalam 10 tahun mendatang sehingga individu lebih bersungguh-sungguh menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegahnya.
Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan dengan keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki, masyarakat khususnya yang berusia lebih dari 35 tahun, termotivasi mencegah penyakit kronis secara mandiri dengan bantuan teknologi karena jauh dari Puskesmas Rawat Inap Kelumbayan. []
