Omped Visual. | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kreator konten Alfarid Ramadani atau kerap disapa Omped Visual mungkin sudah tak asing bagi penikmat konten komedi di media sosial.
Konten kreator asal Pesawaran ini dikenal lewat konten dengan gaya humornya yang ringan, dekat dengan keseharian, dan kental dengan karakter anak kampung.
Omped membagikan kisahnya saat menjadi pemateri dalam acara Mediaphoria yang digelar di Gedung C FKIP Universitas Lampung, Sabtu, 8 November 2025.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Pendidikan Eksakta (Himasakta), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (HMJPBS), Mathematics Education Forum Ukhuwah (Medfu), dan Forum Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (Formatif).
Mengusung tema “Media sebagai Wadah Ekspresi, Edukasi, dan Transformasi”, kegiatan ini menghadirkan Omped_Visual sebagai pembicara yang mewakili sosok kreator muda yang sukses membangun identitasnya di dunia konten.
Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan perjalanan awalnya di dunia konten yang dimulai sejak tahun 2021 saat masih berusia 16 tahun.
Ia mengaku awalnya hanya membuat video komedi untuk iseng, namun lama-kelamaan menjadi serius.
“Awalnya cuma iseng, tapi lama-lama keterusan jadi diniatin dan jadi sumber penghasilan aku,” ujarnya.
Nama “Omped” sendiri berasal dari panggilan keponakannya yang salah menyebut “Om Farid” menjadi “Omped”.
Dari situlah nama itu melekat dan akhirnya Omped Visual digunakan sebagai identitasnya hingga sekarang.
Lewat gaya khasnya, Omped Visual memilih komedi sebagai jalur ekspresi utama.
“Aku suka dan nyaman di komedi. Dari situ aku bisa berinteraksi, ngasih hiburan, sekaligus belajar banyak hal,” kata Omped.
Kini, setelah hampir lima tahun berkarya, Omped Visual terus memperkuat personal branding-nya sebagai kreator komedi lokal dengan karakter sederhana bergaya anak kampung.
Ia juga menyampaikan motivasi bagi para konten kreator pemula.
“Jangan takut untuk memulai ambil risiko, jika gagal kita coba lagi dan jika berhasil kita dapat dapat kesempatan yang baru berhasil jadi konten kreator,” tutupnya. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda