Bandar Lampung

Narasumber Mediaphora FKIP Unila, Omped Visual Bagikan Tips dan Trik Jadi Kreator Konten Pemula

Narasumber Mediaphora FKIP Unila, Omped Visual Bagikan Tips dan Trik Jadi Kreator Konten Pemula

Omped Visual. | Anggi Dwi Raharti

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kreator konten asal Pesawaran, Omped Visual, membagikan pengalaman serta tips dan trik untuk para kreator konten pemula.

Ia berbagi pengetahuannya sebagai pemateri seminar Mediaphoria dengan tema “Media sebagai Wadah Ekspresi, Edukasi, dan Transformasi”, di FKIP Unila, 8 November 2025.

Acara ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Eksakta (Himasakta), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (HMJPBS), Mathematics Education Forum Ukhuwah (Medfu), Forum Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (Formatif).

Dikenal lewat konten komedi sejak usia 16 tahun, Omped menceritakan perjalanan sebelum menjadi konten kreator serta membagikan hal-hal penting yang ia pelajari selama berkarya.

Ia menjelaskan bahwa ia memulai semuanya dari apa yang dimiliki.

Menurutnya seorang kreator tidak harus menunggu perlengkapan lengkap untuk mulai berkarya, melainkan cukup memanfaatkan kemampuan dan ide yang ada.

Ia juga menekankan pentingnya konsisten dalam berkarya. Bukan hanya tentang seberapa sering mengunggah konten, melainkan bagaimana menjaga arah dan kualitas dari setiap karya yang dibuat.

Selain itu, perlu juga mengenali passion dan gaya sendiri sebelum menentukan jenis konten yang akan dibuat.

Pemula juga harus terus belajar dan adaptif terhadap perubahan tren, serta membangun personal branding sejak awal agar audiens mengenal ciri khas dari setiap kreator.

Omped juga mengingatkan agar tidak takut gagal dan berani menerima kritik. Sebab, dari kegagalan justru seseorang bisa belajar memperbaiki diri dan berkembang.

Para kreator konten juga harus menikmati setiap proses dalam berkarya karena dari proses panjang itulah pengalaman terbentuk.

Sebagai penutup ia sampaikan pesan kepada para pendengar.

“Tidak ada yang bisa menghentikan diri kita untuk berkarya kecuali diri kita sendiri,” tutupnya. [Anggi Dwi Raharti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda