SMP Al Huda Jatimulyo. | Renaldi

Wartalampung.id, Lampung Selatan – Penerapan pembelajaran tatap muka sudah lama menjadi harapan bagi guru dan siswa SMP Al Huda Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan.
Pembelajaran daring dianggap tidak efisien karena banyak siswa yang tidak memiliki ponsel dan jaringan internet yang memadai.
Seiring penurunan jumlah penyebaran covid-19 membuat Kota Bandar Lampung masuk dalam zona kuning.
Mulai dari Senin 13 September 2021 berdasarkan SKB 4 menteri, sekolah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka dengan terbatas dan mekanisme diserahkan pihak sekolah dengan tetap menyesuaikan juknis.
Dari beberapa sekolah tersebut di antaranya SMP Al Huda Jatimulyo.
Siswa dan guru sudah lama menyimpan harapan untuk pembelajaran tatap muka.
Tentu dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat serta mekanisme pembelajaran yang dibagi menjadi sif pagi dan siang.
Masing-masing kelas hanya terisi 15 sampai 20 siswa.
Selain itu juga ada pembatasan jam pelajaran, tidak boleh lebih dari 3,5 jam.
Edi Susanto, Kepala SMP Al Huda, mengatakan, pembelajaran tatap muka merupakan cara belajar yang paling efektif dibandingkan dengan daring.
Ditambah lagi berdasarkan data sekolah, ada sekitar 150 dari 555 siswa yang tidak memiliki ponsel.
Selain itu pihak sekolah tetap mempertimbangkan orang tua siswa untuk melakukan metode pembelajaran.
Ketika orang tua siswa masih takut untuk melakukan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah tidak mewajibkan.
Tapi sejauh ini orang tua maupun siswa sangat berantusias untuk pembelajaran tatap muka.[Renaldi, Mahasiswa Komunikasi FISIP UBL]
