Nusantara

Singkat tapi Berharga, Antusiasme Mahasiswa Semester 4 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila DELF Bersama Native dari Prancis

Singkat tapi Berharga, Antusiasme Mahasiswa Semester 4 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila DELF Bersama Native dari Prancis

Kelas Prépa DELF

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung kini mengikuti kelas Prépa DELF yang memang diwajibkan.

Pada minggu pertama, banyak yang terkejut karena jadwal semakin padat. Namun, antusiasme langsung muncul begitu mereka tahu mereka akan berinteraksi secara langsung oleh native dari Prancis.

Suasana kelas pun berubah lebih hidup. Mahasiswa didorong berbicara penuh dalam bahasa Prancis, bukan hanya teori di papan tulis.

“Kelas jadi sangat interaktif, kami berani saling bertanya dan mengobrol langsung dengan pengajar asli,” kata Rafif, salah satu mahasiswa, 16 Juni 2025.

Metode pengajar native terasa berbeda. Mereka terbuka terhadap kesalahan, dengan sabar memberi koreksi tanpa membuat mahasiswa malu.

Sikap ini membuat semua berani improvisasi.

“Mereka paham kita masih belajar, jadi merasa aman untuk berlatih,” ujar Rafif.

Tantangan utama datang dari kebiasaan bicara yang masih berbelit. Untuk mengatasinya, banyak yang memilih latihan monolog, dengan cara mengucapkan satu topik setiap harinya sampai lancar.

Meski peningkatan terasa perlahan, mahasiswa yakin kemampuan mereka akan semakin matang.

Selain teknik bahasa, kelas ini membuka wawasan budaya Prancis yang selama ini hanya dibahas secara singkat.

Para native membagikan konteks kebiasaan, idiom, dan cara berpikir asli Prancis, sehingga materi DELF terasa lebih hidup dan aplikatif.

Di akhir sesi, mahasiswa sepakat bahwa kesempatan belajar langsung dengan native speaker adalah “event terbatas” yang wajib dimanfaatkan.

“Manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena mereka tidak di sini lama-lama,” pesan Rafif.

Dengan semangat dan strategi sederhana, kelas Prépa DELF Unila kini menjadi tonggak penting dalam persiapan ujian dan pemahaman budaya Prancis. [Inara Aliyah Yuhendra]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda