Webinar soal sampah gelaran Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPC PKS Sukarame. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPC PKS Sukarame Bandar Lampung mengadakan webinar dengan mengusung tema “menuju keluarga minim sampah”. Acara ini berlangsung pada Selasa lalu, 23 Februari 2021, dan menghadirkan pembicara Hesti Kusumarini, praktisi lingkungan sekaligus Direktur Sekolah Alam Lampung. Acara dihelat memaknai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai elemen masyarakat terutama SPKK PKS se-Kota Bandar Lampung. Kegiatan dibuka Yeni Fitri, Ketua SPKK DPD PKS Kota bandar lampung.
Dalam sambutannya Yeni menyampaikan agar kegiatan webinar di tengah pandemi ini dapat terus konsisten dilaksanakan dan dapat menjadi motivasi untuk SPKK DPC PKS lainnya.
“Hal utama yang menjadi perhatian adalah kelanjutan dari kegiatan ini yaitu aplikasi pada setiap individu agar dapat meminimalkan sampah dan menjadikan sampah bisa bermanfaat,” kata Yeni.
Ketua SPKK DPC PKS Sukarame Fatirissia menambahkan, sampah adalah hal yang sangat dekat dengan masyarakat. Menjadikan sampah sebagai salah satu problem yang harus diselesaikan secara bersama bukan hanya instansi, melainkan pada kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah.
Ia mengatakan, sangat mungkin sampah dapat dijadikan sebagai salah satu pendukung dari peningkatan ekonomi keluarga. “Insya Allah kegiatan webinar menjadi kegiatan rutin yang akan dilaksanakan SPKK DPC PKS Sukarame,” jelasnya.
Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Hesti memulai dengan sejarah peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang bermula dari peristiwa tahun 2005 diTPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat yang mengakibatkan 157 korban jiwa.
Ia membeberkan fakta dan data terkait sampah nasional dan lokal lampung hingga regulasi pemerintah. “Kita harus kenali sampah agar dapat meminimalkan jumlah sampah yang ada,” ujar Hesti.
Hesti melanjutkan, cara meminimalisasi sampah dengan menggunakan 4R yaitu reduce, replace, reuse, dan recycle. Lebih jauh lagi adalah cara mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi. Di akhir materi ditutup dengan pernyataan sampahmu adalah tanggung jawabmu. [Dian Sulistia]
