Arif Supriyanto. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sehari setelah Presiden Joko Widodo meresmikan Pasar Pasir Gintung, suasana di pasar sepi.
Para pedagang yang menjadi bagian dari pasar baru ini menyampaikan keluhan mereka terkait dengan perubahan yang terjadi, Selasa (27/08/2024).
Pernyataan itu disampaikan oleh Arif Supriyanto (26), seorang pedagang sayur di pasar setempat. Ia mengatakan, saat ini banyak pedagang sayuran yang mengeluh lantaran harga sayur di pasaran relatif murah.
“Untuk saat ini sebagai pedagang tetap ngeluh karena penjualannya turun, sayuran sekarang murah semua,” kata Arif.
Ia juga sempat menyampaikan sehari setelah peresmian pasar, lapaknya sepi.
“Biasanya kalau sudah jam segini dagangan saya sudah lumayan terjual habis. Tapi semenjak pindah ke pasar ini malah sepi,” ucapnya.
Jauh sebelum Pasar Pasir Gintung diresmikan, Arif juga mengeluhkan pengunjung yang tidak mau datang ke lapak dagangannya.
“Jadi sebelum pasar diresmikan dan masih pengerjaan, jalanan sekitar malah jadi tambah sempit dan menyebabkan pengunjung tidak mau belanja di sekitar lapak saya,” ujarnya.
Namun, ia juga berterima kasih kepada pemerintah karena pasar yang ia tempati fasilitasnya cukup memadai.
“Fasilitas yang ada di pasar ini mulai dari pemasok air, tempat sampah dan parkiran semua ada lengkap di sini dan tentunya ini bisa menjadi hal yang positif untuk para pedagang,” katanya.
Selain omzet yang menurun karena perpindahan lapak dagangan dari Pasar Bawah ke Pasar Pasir Gintung, Arif tidak membayar sewa tempat.
“Saya terbantu karena pemerintah memberi gratis. Tidak perlu membeli atau menyewa tempat dagang. Berbeda saat masih berjualan di Pasar Bawah, setiap hari bayar sewa Rp5.000,” ucapnya.
Arif juga berharap ke depannya pasar ini bisa menjadi pusat perdagangan yang tidak hanya menguntungkan bagi pedagang, tetapi juga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar. [Abednego Stefanus]

Tinggalkan Komentar Anda