Suparti. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sehari setelah peresmian Pasar Pasir Gintung oleh Presiden Joko Widodo kemarin, beberapa pedagang buah melaporkan penurunan omzet yang signifikan.
Meskipun pasar yang baru dibuka pada 26 Agustus 2024 ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi, kenyataannya tidak sesuai dengan harapan banyak pedagang.
Hal tersebut diungkapkan Suparti (50), pedagang buah. Suparti mengatakan, omzet penjualannya turun hampir 25% jika dibandingkan dengan hari biasa.
“Kami sangat berharap pasar ini bisa meningkatkan penjualan kami, tetapi sebaliknya. Omzet saya turun hampir 25% dibandingkan dengan hari biasa. Banyak pelanggan lama belum datang, dan beberapa pengunjung tampaknya masih bingung dengan lokasi dan tata letak pasar yang baru,” ujarnya.
Suparti juga menjelaskan pengunjung yang datang lebih sepi dibandingkan hari biasanya dikarenakan pengunjung lebih senang belanja di Pasar Bawah.
“Kalau saya perhatikan dari pagi sampai siang, pengunjung belum mencapai 50 % yang datang ke Pasar Gintung. Masyarakat lebih senang belanja di Pasar Bawah,” kata dia hari ini kepada wartalampung.id.
Suparti juga mengeluhkan tempat dagangnya yang kecil dan sempit.
“Fasilitas di sini masih belum memadai. Menurut saya tempat atau lapak dagangnya kecil dan sempit namun untuk aliran atau pemasok air ada dan bersih,” ujarnya.
Suparti berharap dengan adanya tempat baru, pembeli atau pengunjung semakin ramai dan lancar.
“Harapannya, mudah-mudahan jualan di sini lancar, jangan ada lagi pedagang di luar, biar di atas lancar,” tutupnya. [Abednego Stefanus]

Tinggalkan Komentar Anda