Kampanye stop perundungan SDIT Fitrah Insani Langkapura. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sekolah Dasar Islam Terpadu Fitrah Insani Langkapura (SDIT Fila) memulai kegiatan belajar mengajar, Rabu, 3/5/2023.
Kegiatan belajar-mengajar diawali dengan apel pagi yang dibuka dengan murajaah bersama dan menyimak QS Al Hujurat: 10-11 tentang perundungan.
Kegiatan ini sekaligus halalbihalal dan dilanjutkan dengan kegiatan kampanye stop bullying yang disampaikan Kepala SDIT Fila Ade Erma Agustina dan diikuti seluruh guru, staf, dan siswa-siswi.
Para siswa dikenalkan kepada istilah bullying dan banyak hal lain terkait dengan tindakan perundungan melalui kisah-kisah di zaman Rasulullah.
Ade Erma Agustina mengatakan, sekarang masuk dalam bulan Syawal di mana bulan ini merupakan bulan yang penting dalam sejarah islam tentang perang Uhud dan Khandak adalah contoh peristiwa yang terjadi di bulan ini.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat Rahmat. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diperolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula permpuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan yang mengolok-olok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Lita Agustina menyampaikan sebuah peribahasa Arab yaitu adzabul mar’I khoirummindzahabihi. Artinya, akhlak seseorang lebih baik daripada emas yang dimiliki.
Melalui peribahasa tersebut mengajarkan anak-anak untuk menjaga akhlak terhadap seluruh makhluk di muka bumi terutama teman-teman sebaya dan agar tidak melakukan perundungan.
Seluruh guru, staf dan siswa-siswi SDIT Fitrah Insani Langkapura diimbau untuk bersama mewujudkan lingkungan yang nyaman dan aman dengan melaksankan kegiatan belajar-mengajar tanpa perundungan.
Hal ini didukung dengan penandatanganan komitmen bersama petisi stop bullying. Harapannya dengan kegiatan kampanye antiperundungan ini, seluruh warga SDIT Fitrah Insani Langkapura, khususnya para peserta didik dapat belajar dengan bahagia dan menyenangkan. Demikian rilis dari Humas setempat hari ini. []
