Tiga santri Darul Amanah Kendal ikuti upacara bendera virtual. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kendal – Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, upacara dan rangkaian Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI dilakukan secara virtual.
Upacara di Istana Negara diikuti oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta istri, dan beberapa menteri dan tamu undangan.
Upacara dan rangkaian peringatan HUT kemerdekaan RI mengambil tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dan upacara tahun ini dilakukan berbeda seperti tahun sebelumnya karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo Kendal pada tahun ini kembali mendapat undangan dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia untuk mengikuti rangkaian Upacara HUT RI di Istana Negara melalui video conference.
Pihak ponpes mendelegasikan 3 santri dengan memakai baju adat Nusantara. Mereka adalah Ahmad Munif Ar-ridho (memakai baju adat khas Minang, Haikal Asyafiq (memakai baju adat khas Jawa) dan Zhahir Awalud Ismail (memakai baju adat khas kalimantan) dari santri kelas 6 TMI.
Ahmad Munif Ar-ridho, perwakilan salah satu delegasi dari Pondok Pesantren Darul Amanah mengatakan sangat senang dan bangga bisa mengikuti rangkaian upacara penurunan bendera.
“Alhamdulillah upacara kali ini sangat senang, bangga dan penuh haru, karena bisa melihat dan mengikuti secara langsung suasana upacara di istana negara meskipun virtual,” ucap Ahmad Munif.
Dia menambahkan, meski melalui videoconference, mereka bisa merasakan suasana upacara dengan khidmat seperti melaksanakan upacara Upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara secara langsung.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian sekretariat Negara Republik Indonesia yang telah berkenan mengundang kami untuk bisa mengikuti rangkaian Upacara Penurunan Bendera Upacara HUT Kemerdekaan RI,” tutup Ahmad Munif Ar-ridho.N
asirudin, pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah mengatakan, peserta videoconference sebanyak 17.845 undangan.
“Sebuah kesyukuran besar untuk Pondok Pesantren Darul Amanah mendapat undangan mengikuti upacara ini,” ujarnya.
“Kami juga melaksanakan upacara di Lapangan Darunnajah dengan peserta terbatas dan protokol kesehatan yang ketat dengan memakai baju adat,” kata dia.
“Semoga Indonesia bisa lebih baik dari berbagai sektor khususnya dalam bidang pendidikan dan sumber daya manusia,” pungkasnya. [Abid Muhaimin, Jurnalis LPM Bangkit Universitas Islam Sultan Agung/Unissula Semarang]
