Salimah Lamsel gelar wicara soal pendidikan pemilih. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalianda – Menyambut pemilu 14 Februari 2024, PD Salimah Lampung Selatan mengadakan gelar wicara (talkshow) pendidikan pemilih (voter education) bertema “Gerakan Pemuda Cerdas Memilih”, Kamis, 25/1/2024 di aula D’SAS Cafe & Resto Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula untuk berperan serta dalam pesta politik, memberikan informasi dan edukasi kepada pemilih pemula terkait pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia (luber), jujur dan adil (jurdil), memberikan gambaran tentang pentingnya hak pilih dan ajang silaturami Salimah dengan civitas pendidikan tingkat atas (SMA sederajat).
Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Departemen Pendidikan dan dakwah (Diklat).
Acara dihadiri puluhan peserta. Mereka antara lain Rosidah (Ketua PD Salimah Lampung Selatan), Cici Masturoh (DPSD Salimah Lampung Selatan), Marliani Jumahono (Ketua PC Salimah Kalianda), Nurohmah (Ketua PRa Salimah Way Lubuk), pengurus PC Salimah Rajabasa, Apriliyana (Kesbangpol Lamsel), Irsan Didi (KPU), Khoirul Anam (Bawaslu Lamsel), Ishanur Hamid (Sekolah Ramah Anak), Sri Hartati (Ketua GOW Lamsel), Sri Rahma Fitri (Kemenag Lamsel), Suhendra (Polres Lamsel), Novi S (KKM MA Lamsel), Masruh Sidik (MKKS SMA/MA), serta siswa-siswi SMA sederajat dan mahasiswa dari berbagai universitas.
Acara ini dibuka secara langsung oleh Rosidah. Dia menyampaikan, generasi muda saat ini harus cerdas dalam memilih dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu agar dapat pemimpin yang baik dan amanah sehingga dapat memajukan bangsa Indonesia.
Gelar wicara diisi tiga narasumber, antara lain Apriliyana dari Kesbangpol Lampung Selatan, Ishanur Hamid dari Sekolah Ramah Anak (SRA), dan Irsan Didi dari KPU.
Apriliyana menyampaikan, sebagai generasi muda dan milenial saat ini harus menggunakan hak pilih dan hak suaranya dalam pemilu mendatang.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini karena ini akan menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan,” katanya.
Apa pun pilihan kita, ujarnya, tujuan kita tetap satu yaitu memajukan Indonesia.
Senada dengan Apriliyana, Ishanur Hamid pun menyampaikan, kerja sama pendidikan formal dan pendidikan tidak formal akan menjadikan seseorang menjadi pemilih yang cerdas.
Sebagai pemilih pemula harus menjadi pemilih yang cerdas, jangan terjebak oleh informasi yang disebarkan oleh media sosial yang tidak dapat terpercaya.
Kita sebagai pemilih yang cerdas harus tahu rekam jejak dari calon pemimpin yang akan kita pilih, apakah perilakunya baik atau buruk, amanah atau tidak dalam menjalankan tugas dan kesehariannya terhadap keluarga, sehingga akan di dapatkan calon pemimpin yang baik dan berkualitas dalam memajukan negara dan daerah kita.
Irwan Didi selaku narasumber dari KPU juga menyampaikan, sebagai pemilih pemula jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mencoblos dalam pemilu mendatang.
“Rugi jika tidak memilih alias golput karena hak suara kita dan hak pilih kita berpengaruh terhadap perkembangan bangsa Indonesia ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar memilih calon presiden, wakil presiden dan anggota legislatif yang rekam jejaknya baik.
“Pilihlah calon pemimpin yang amanah dan bisa membawa bangsa Indonesia lebih baik dari saat ini,” kata dia.
“Mencoblos itu keren. Oleh karena itu gunakanlah hak suara dan hak pilihnya dalam pemilu mendatang dan jangan golput.”
Acara berlangsung dengan hangat, banyak peserta yang aktif bertanya seputar pemilu mendatang.
Pandu selaku peserta sangat mengapresiasi acara ini. Menurutnya, acara ini sangat bagus dan mengedukasi bagi para pemilih pemula terutama yang baru pertama kali menggunakan hak suaranya di pemilu kali ini.
Acara ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh undangan, pengurus Salimah, dan peserta talkshow. Acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi peserta yang aktif bertanya dan penyerahan cenderamata bagi narasumber. [Aan Saputri/Salimah Lamsel]

Tinggalkan Komentar Anda