Berita Foto

Salimah Adakan Pelatihan Menjahit di Terbanggibesar Lampung Tengah

Salimah Adakan Pelatihan Menjahit di Terbanggibesar Lampung Tengah

Pelatihan menjahit Salimah di Terbanggibesar. | Dokumentasi

Pelatihan menjahit Salimah di Terbanggibesar. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Terbanggibesar – Menjahit merupakan salah satu keterampilan yang penting karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yaitu pakaian yang dipakai.

PD Salimah Lampung Tengah menyelenggarakan pelatihan menjahit bagi ibu-ibu pengurus cabang Terbanggi Besar pada Minggu 5/12/2021.

Lokasi pelatihan menjahit dilaksanakan di kesekretariatan PD Salimah Lampung Tengah yang berada di Kelurahan Yukum Jaya.

Kegiatan ini menindaklanjuti penerimaan bantuan mesin jahit oleh Kementerian Agama Pusat.

Martini Inangun membuka sekaligus memberikan sambutan acara pelatihan menjahit.

Wakil ketua I PD Salimah Lampung Tengah ini mengatakan, kegiatan ini berjalan berkat bantuan dari Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Bantuan berupa 4 buah mesin jahit dan empat belas paket perlengkapan menjahit. Ia mengemukakan bantuan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk kita semua khususnya pengurus Salimah dan kedepannya bermanfaat pula untuk masyarakat.

Pasalnya, salah satu misi Salimah adalah meningkatkan peran Salimah dalam upaya peningkatan kualitas perempuan,anak dan keluarga dalam bidang ekonomi.

Ia mengajak peserta untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan berlatih menjahit.

“Ada berbagai manfaat dari pelatihan menjahit yang bisa didapat salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah bisa membuat baju sendiri tanpa harus beli dan sesuai dengan selera kita,” katanya.

Pelatihan ini diharapkan bisa menjadikan langkah awal untuk Salimah dapat mendirikan usaha konfeksi ke depannya.

Apriliasari, seorang wirausaha konveksi didaulat menjadi pemateri pelatihan. Owner konveksi yang sudah puluhan tahun malang melintang di industri pakaian jadi ini menceritakan asal mula tertarik di dunia tekstil.

Sebelum memberikan praktek menjahit, ia memberikan motivasi dan semangat pada kaum ibu agar bisa berdikari.

Ia menjelaskan, awal niatnya belajar menjahit adalah ia bisa menjahit pakaian keluarga sendiri. Setelah menyelesaikan pendidikan guru matematika, wanita yang kerap disapa Vivi ini memutuskan mendirikan usaha konfeksi.

“Dulu, saya tidak kebayang mau jadi guru. Saya memilih buka usaha saja.”

Ia menceritakan perjalanan cita-citanya.

“Saya bilang dengan ibu saya. Bu, kasih saja saya modal saya mau buat konfeksi,” papar wanita empat anak ini.

Perjuangan wanita ini ternyata membuahkan hasil. Ia berhasil mendirikan konveksi di rumah orangtuanya di Kotagajah dan saat ini usaha konfeksi diteruskannya di rumahnya sendiri di Kecubung.

Di sela kesibukannya sebagai ASN, ia menekuni bidang ini sehingga ia mengakui omzetnya mencapai 300 juta per tahun.

Apriliasari kemudian melanjutkan penjelasan mengenai teknik pola dasar. Perhitungan memotong kain berdasarkan ukuran tubuh.

Peserta kemudian mempraktikkan berdasarkan penjelasan yang diberikannya. Perlengkapan menjahit dibagikan kepada seluruh peserta dan dikelompokkan menjadi lima kelompok.

Perlengkapan menjahit terdiri dari gunting, penggaris, kertas pola, buku tulis dan gambar, kain untuk praktik, jarum pentul, kapur warna dan sebagainya.

Apriliasari mencontohkan menggunting pola dan menjahit dengan mesin.

Antusiasme peserta terlihat dengan jelas. Mereka berbagi tugas untuk menyelesaikan pola dan menggunting kain.

Kegiatan ini direncanakan akan berlanjut sampai peserta benar benar mampu menjahit pakaian dengan baik.

Acara selesai pukul tiga sore dan masing masing peserta berhasil menjahit sebuah baju. [Maya, Humas Salimah Lamteng]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda