Saddam Husein
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dunia akademik dan penelitian seolah menjadi ruang tanpa batas bagi Saddam Husein, seorang dosen muda berbakat pada Program Studi Farmasi Universitas Malahayati.
Lahir di Cimahi pada 7 Januari 1993, ia secara konsisten membuktikan bahwa dedikasi seorang akademisi sejati tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas, melainkan harus melahirkan kontribusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Lewat tangan dinginnya di laboratorium, ia sukses menjembatani teori-teori ilmiah menjadi solusi konkret di bidang sains, kesehatan, dan lingkungan.
Konsistensi adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan Saddam Husein. Memulai langkah di dunia sains dari jenjang Diploma (D-III) Analis Kimia, ia terus mendaki tanpa lelah hingga meraih puncak akademik tertinggi sebagai seorang doktor di usia muda.
Kehebatan risetnya pun diakui secara nasional, terbukti dengan keberhasilannya meraih Beasiswa S-3 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema Degree by Research di Universitas Indonesia.
Tidak tanggung-tanggung, dalam menuntaskan studi doktoralnya tersebut, ia ditempa langsung di bawah bimbingan para pakar dan akademisi terkemuka tanah air, yakni Prof. Dr-Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU – Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dan Prof. Dr. Ir. Slamet, M.T.
Dedikasinya yang linier dan kokoh di bidang sains membuktikan bahwa ia bukan sekadar mengajar teori, melainkan hidup dan bernapas bersama inovasi riset itu sendiri.
Perjalanan profesional Dr. Saddam Husein berfokus kuat pada dunia akademik, pengembangan ilmu kimia farmasi, serta diperluas ke bidang sertifikasi halal.
Pengalaman ini memperkuat kontribusi nyatanya baik di sektor pendidikan maupun industri kesehatan.
- Dosen – Universitas Alma Ata, Yogyakarta (2019 – 2022).
Sebelum bergabung dengan Universitas Malahayati, Dr. Saddam memulai karier dosennya di Program Studi S1 Farmasi Universitas Alma Ata. Di kampus ini, ia membangun fondasi sebagai pendidik dengan mengampu mata kuliah dasar dan lanjutan di bidang kimia farmasi, serta aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
- Auditor Halal – LPH Almahyra Bidang Kimia, Makanan, Obat, dan Kosmetik (2023 – Sekarang). Di luar dunia akademik, ia bertugas dalam proses pemeriksaan dan verifikasi kehalalan produk. Peran ini mengintegrasikan ilmu kimia analisis dalam konteks regulasi dan industri untuk memastikan aspek keamanan serta kehalalan produk yang beredar di masyarakat.
- Dosen Tetap – Universitas Malahayati, Bandar Lampung (2022 – Sekarang). Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral melalui skema Degree by Research dari BRIN, Dr. Saddam kembali menjalankan tugasnya di kampus. Sebagai dosen Program Studi Farmasi Universitas Malahayati, ia berencana memperkuat kegiatan penelitian di laboratorium serta melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek riset nasional.
Pihak Universitas Malahayati turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi tenaga pendidik lainnya untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan berkontribusi pada pengembangan institusi.
Beberapa publikasi dan hak cipta terbarunya berfokus pada pemanfaatan limbah lokal, seperti: 1. Sintesis katalis Kalsium Oksida (CaO) dari cangkang telur bebek dan ayam untuk mendegradasi limbah zat warna Merah Allura. 2. Pengembangan fotokatalis berbasis ZnO/Biochar untuk eliminasi residu antibiotik di lingkungan. 3. Analisis kosmetik dan obat-obatan, termasuk metode deteksi zat berbahaya pada produk lipstik.
Melalui penguatan riset di bidang Kimia Farmasi dan Kimia Material ini, ia berkomitmen melibatkan mahasiswa Universitas Malahayati secara aktif dalam proyek laboratorium agar mampu menghasilkan inovasi yang solutif bagi industri kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Selain riset laboratorium, Saddam Husein bersama Program Studi Farmasi Universitas Malahayati juga menerapkan ilmu farmasi langsung ke masyarakat melalui edukasi pemanfaatan minyak atsiri (essential oil) lokal untuk relaksasi dan menjaga kesehatan mental.
Program ini mengenalkan potensi tanaman herbal lokal yang kaya senyawa aktif untuk meredakan stres dan kecemasan. Melalui hilirisasi ini, Saddam berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan alam sekitar secara mandiri guna mendukung kesehatan fisik dan mental.
Sebagai akademisi yang memulai perjalanan pendidikannya dari jenjang Diploma (D-III) Analis Kimia hingga meraih gelar doktor, Saddam menekankan pentingnya proses dan ketekunan dalam dunia riset bagi para mahasiswa.
“Integrasi antara ilmu kimia dan farmasi ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa bahwa ruang lingkup farmasi sangat luas, tidak hanya terpaku pada peracikan obat, tetapi juga mencakup penyelesaian masalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan publik. Kuncinya adalah konsistensi, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar,” pungkasnya.
Untuk melihat rekam jejak publikasi ilmiah dan sitasi riset lengkap dari Dr. Saddam Husein, S.Si., M.Sc. silakan kunjungi profil resmi Google Scholar Dr. Saddam Husein, S.Si., M.Sc. []

Tinggalkan Komentar Anda