Fadhilah Umar. | Rafika Anggraini

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kamis kemarin, 22 Oktober 2022, adalah hari kedua pergelaran Festival Pesantren ke-7 gelaran Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung.
Salah satu cabang perlombaan yang dilombakan adalah tilawah Alquran. Tilawah Quran ini diikuti 52 peserta lomba dari berbagai pondok pesantren maupun SMA/SMK yang ada di Lampung.
Perlombaan tersebut diadakan di Masjid Safinatul Ulum UIN Raden Intan Lampung. Peserta sangat antusias dalam mengikuti lomba tersebut.
Terdapat beberapa metode penilaian dalam perlombaan ini. Fadhilah Umar, salah satu juri dalam perlombaan tersebut, menuturkan, ada 4 komponen dalam penilaian tilawah ini, yakni tajwid, pashohah, suara, dan lagu. Fadhilah Umar adalah juara IV MTQ tingkat internasional di Kualalumpur, Malaysia.
Kata Fadhilah, suara adalah modal utama yang dibutuhkan dalam tilawah.
“Seorang qari atau qariah harus menjaga suaranya,” ujar Fadhilah.
“Memang apabila suara serak bisa minum minuman seperti air asem, tetapi sulit untuk kembali seperti semula,” lanjutnya.
Wah, kalau jurinya qariah internasional, bakal ketat nih penilaian lombanya.[Rafika Anggraini, Anggota Ekskul Jurnalistik Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung]
