Bandar Lampung

PW Salimah Lampung Gelar Pelatihan Jurnalistik Daring, Ajak Ratusan Siswa SMA Bangun Tradisi Menulis

PW Salimah Lampung Gelar Pelatihan Jurnalistik Daring, Ajak Ratusan Siswa SMA Bangun Tradisi Menulis

Pelatihan menulis itu mudah inisiasi PW Salimah Lampung diikuti siswa SMA se-Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengurus Wilayah (PW) Salimah Lampung sukses menggelar pelatihan jurnalistik secara daring bertajuk “Menulis itu Mudah”. Acara yang ditujukan untuk generasi muda ini diikuti oleh seratusan peserta yang mayoritas merupakan siswa SMA dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Pelatihan ini menghadirkan Pemimpin Redaksi wartalampung.id, Adian Saputra, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Adian menekankan bahwa di era modern saat ini, kesempatan untuk menulis terbuka sangat lebar bagi siapa saja.

“Setiap orang, khususnya anak muda zaman sekarang, bisa menulis di berbagai platform digital. Kita tidak lagi harus mengandalkan media cetak atau koran yang eksistensinya kini mulai senjakala,” ujar Adian.

Meski teknologi berkembang pesat, Adian mengingatkan para peserta agar tidak ketergantungan pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam menelurkan karya.

Ia mengajak para siswa untuk terus mengasah kemampuan menulis secara mandiri dengan cara berlatih setiap hari dan memperkuat budaya membaca.

Dalam kesempatan tersebut, Adian juga memotivasi peserta untuk ikut serta dalam lomba menulis esai bertema “Ayah” yang sedang diselenggarakan oleh PW Salimah Lampung.

Setelah memaparkan materi selama satu jam, sesi dilanjutkan dengan praktik langsung. Adian memberikan tugas kepada para peserta untuk menulis esai pendek tentang sosok ayah mereka.

Usai sesi menulis, dua hingga tiga perwakilan peserta ditunjuk untuk membacakan hasil karya mereka di depan forum daring.

Ketua PW Salimah Lampung, Rita Aprilyawati, menyambut baik antusiasme tinggi dari para peserta. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik awal bagi generasi muda untuk lebih produktif dalam berkarya lewat tulisan.

“Kami mengajak seluruh siswa untuk mulai membangun tradisi menulis dari sekarang, dan yang paling penting adalah melakukannya dengan istikamah,” tutur Rita di akhir acara. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda