Putria Zahra Nur Fadilla
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Putria Zahra Nur Fadilla @putriazhra03 awalnya coba-coba saja saat ada saudara yang hendak mendandaninya.
Niatnya sih jadi muse alias model yang khusus di-make-up. Makin ke sini kesukaan dirias itu makin tumbuh.
Walhasil, Putri, sapaan akrabnya, sering mendapat tawaran menjadi muse. Khususnya lagi sejak Februari tahun ini.
Putri yang sempat mengikuti proses Pemilihan Putra-Putri Lampung ini pun makin sering dapat order menjadi muse.
Jika dulu dirias oleh saudara, kini oleh para make-up artist (MUA), baik yang baru merintis maupun mereka yang sudah lumayan berpengalaman.
Gadis manis kelahiran 3 Juni 2006 ini mengatakan, rata-rata dua jam ia habiskan saat menjadi muse. Selain duduk diam, ia kadang juga membuat konten.
Konten ini bisa memang Putri yang berkeinginan, bisa juga dari permintaan pengorder.
Sebab, jika tak ada jejak digital, rasanya sayang saja ada momentum bagus tapi tidak dimanfaatkan.
Pekerjaan rumah Putri usai menjadi muse tentu saja lekas membersihkan sisa kosmetik di wajah. Jika tak demikian, ia khawatir kulitnya terganggu dari sisi kesehatan.
”Alhamdulillah sejauh ini aman-aman saja.”
Mahasiswi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung ini menuturkan, ke depan ia ingin menjadi muse yang profesional.
Ia juga ingin mengikuti lebih banyak ajang pageant untuk menambah pengalaman dan relasi.
Sejauh tidak mengganggu waktu kuliah sebagaimana pesan orangtua, Putri akan menjalani.
Untungnya, dalam dua semester awal kuliah ini, indeks prestasi kumulatif atau IPK-nya memuaskan.
”Tiga koma sekian deh, alhamdulillah besar,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini.
Putri juga ingin mengikuti kompetisi lain non-pageant sehingga kapasitas intelektualnya lebih meningkat. Pengalamannya yang baru lalu mengikuti Pemilihan Putra Putri Lampung juga lumayan berkesan.
Meski tak sampai grand final, ia tetap senang. Bahkan, sewaktu mendapat penilaian dari penyelenggara, akun Instagram-nya lumayan diapresiasi karena terbilang aktif.
Soalnya, ada juga peserta yang akun media sosialnya kurang aktif sehingga interaksi publiknya rendah.
Soal cita-cita, Putri ingin menjadi guru. Meski berasal dari program studi nonguru, ia tetap berkeinginan menjadi guru.
Apalagi basis pendidikannya bimbingan konseling. Mirip dengan program studi pendidikan guru bimbingan konseling.
Semoga sukses karier muse dan kuliahnya, ya. [@adiansaputra27]

Tinggalkan Komentar Anda