Kegiatan Imasapra. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ikatan Mahasiswa Bahasa Prancis (Imasapra) menjalankan program “Luminégrité en Mission” untuk memperkenalkan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung.
Hal itu diungkapkan Presiden Imasapra 2026, Michelle Sasha Sidabalok, dalam wawancara daring melalui chat, Jumat (4/9).
Menurut Michelle, program ini lahir karena informasi tentang PS PBP masih terbatas di sekolah-sekolah yang sudah memiliki mata pelajaran bahasa Prancis.
Sekolah di luar Bandar Lampung, menurutnya, belum banyak tersentuh sosialisasi tersebut.
“Ketika pengurus pulang ke rumah masing-masing, mereka bisa menyebarkan informasi program studi ini,” ujar Michelle.
Ia menjelaskan, program ini telah menjangkau minimal 15 sekolah. Sekolah tersebut tersebar di Bandar Lampung, kabupaten-kabupaten di Lampung, hingga Bekasi dan Tangerang.
Michelle menyebut nama “Mission” dipilih karena setiap sekolah yang didatangi dianggap “terpapar” informasi PS PBP.
Konsep ini membedakan Luminégrité en Mission dari kegiatan pengabdian mahasiswa pada umumnya.
“Kami tidak hanya memberi informasi, tapi juga menjelaskan prospek karier dan cara memilih program studi yang tepat,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, tim Imasapra turut mempromosikan Francetival 2026. Peserta juga diperkenalkan pada dasar-dasar bahasa Prancis seperti cara memperkenalkan diri dan menyebutkan umur.
Michelle mencontohkan istilah sehari-hari seperti “tous les jours” dan kata “boulangerie” untuk mendekatkan bahasa Prancis dengan keseharian siswa.
Menurutnya, pendekatan ini membuat materi terasa lebih relevan dan mudah dipahami.
Pengalaman paling berkesan, menurut Michelle, terjadi saat kunjungan ke SMA Yadika. Sekitar 150–200 siswa berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti sesi tersebut.
“Karena pengurus tersebar sendiri-sendiri ke daerah masing-masing, mereka belajar public speaking secara langsung,” ujarnya.
Presidium Inti Imasapra turut memantau jalannya kegiatan di tiap wilayah.
Michelle berharap, selain menyebarkan informasi program studi, program ini juga membentuk kemampuan komunikasi pengurus Imasapra.
Ia menilai pengalaman menghadapi audiens besar seorang diri menjadi pembelajaran tersendiri bagi para pengurus. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda