Kegiatan Imasapra. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ikatan Mahasiswa Bahasa Prancis (Imasapra) Unila menyebut masa kepengurusan periode 2026 telah mencapai setengah perjalanan.
Salah satu program kerja unggulan, “Luminégrité en Mission”, pun telah rampung dilaksanakan. Hal itu diungkapkan Presiden Imasapra 2026, Michelle Sasha Sidabalok, dalam wawancara daring melalui chat, Kamis (3/9).
Menurut Michelle, capaian sejauh ini telah merepresentasikan visi misi Imasapra: berencana, berkarya, berdampak, dan berintegritas. Nilai berencana diwujudkan melalui program kerja yang telah dicanangkan pengurus.
“Berkarya kami tunjukkan lewat divisi minat dan bakat, seperti tari dan musik,” ujar Michelle.
Karya-karya tersebut rencananya akan dipresentasikan pada ajang Francetival.
Ia menambahkan, nilai berdampak sudah direalisasikan lewat program kerja L’Élan Solidarité. Kegiatan itu mencakup kunjungan ke panti asuhan serta penggalangan dana untuk korban bencana di NTT.
Michelle mengakui, nilai berintegritas masih terus diperjuangkan pengurus. Ia berharap seluruh program kerja tetap sejalan dengan visi mengharumkan nama PS PBP.
Soal tantangan, Michelle menyebut kendala utama ada pada koordinasi antarpengurus. Sebab, pengurus Imasapra kini tersebar kembali ke daerah asal masing-masing.
“Kami mengatasinya dengan menjadwalkan mentoring rutin melalui Zoom,” katanya.
Menurutnya, kendala administrasi surat-menyurat pun sudah bisa ditangani dengan baik.
Michelle menjelaskan, Imasapra menjaga hubungan dengan narahubung di tiap sekolah yang telah dikunjungi selama program Luminégrité en Mission berlangsung. Strategi ini dilakukan agar program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Hubungan ini memudahkan kami mengundang delegasi siswa untuk acara Imasapra berikutnya,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran Imasapra di sekolah harus memberi dampak berkelanjutan, bukan sekadar kunjungan sekali datang.
Ke depan, Michelle berharap Luminégrité en Mission bisa menjadi program unggulan Imasapra di kepengurusan selanjutnya. Ia membayangkan cakupan program diperluas ke kota-kota lain seperti Bandung dan Jakarta.
Ia juga mendorong sekolah-sekolah di satu wilayah, seperti Bandar Lampung, disasar lebih menyeluruh. Michelle berharap pengurus periode berikutnya dapat menjangkau lebih banyak sekolah di kabinet baru.
Di akhir wawancara, Michelle berpesan kepada seluruh anggota Imasapra agar terus aktif berkarya dan berdampak. “Senjata mahasiswa adalah bergerak,” tutupnya. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda