Bantuan modal usaha untuk Rahmat dari IZI Lampung dan PTPN 7. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Namanya Rahmat, usianya 61 tahun. Warga Kampung Empang, Pasir Gintung, Bandar Lampung, ini sehari-harinyaberdagang jagung dan kacang rebus.
Di rumah kecil dan sederhana, Rahmat tinggal ditemani istrinya Sri Harti dan dua dari empat anaknya.
Dengan menggunakan gerobak kecil, ia biasa mangkal di pinggir jalan raya dekat Tugu Juang. Tengah hari lewat, ia mulai berdagang sampai menjelang tengah malam.
Sudah sekitar dua puluh tahun Rahmat menekuni pekerjaannya tersebut. Waktu yang cukup lama.
Dengan hasil berjualan jagung dan kacang rebus yang pas-pasan dan tak menentu inilah Ia menafkahi istri dan empat orang anaknya. Sekarang dua anaknya sudah menikah.
Dengan adanya pandemi covid 19 ini cukup membuat ekonomi keluarganya terpukul. Terutama di dua tahun pertama merebaknya pandemi.
“Saat sedang rama-ramainya covid waktu itu, saya tidak bisa berdagang karena memang dilarang. Orang yang beli juga sepi karena banyak orang yang enggak keluar rumah,” jelas Rahmat.
Selama pandemi, ia sangat kesulitan mengumpulkan uang untuk modal berdagang selanjutnya. Modal habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Walaupun sekarang aktivitas dagang sudah mulai normal, ternyata ia masih mengalami kesulitan modal untuk memenuhi kebutuhan berdagangnya.
“Setiap berdagang saya harus menyediakan uang hampir lima ratus ribu rupiah untuk menyiapkan kebutuhan dagang. Seperti membeli jagung, kacang, tabung gas, garam, dan lain-lain,” jelasnya.
Laznas IZI Perwakilan Lampung lewat Program Lapak Berkah yang bekerja sama dengan PTPN 7 Lampung, mendapat informasi akan kesulitan Rahmat tersebut. Kamis kemarin, 19/5/2022, IZI memberikan bantuan modal usaha kepadanya.
“Alhamdulillah terima kasih atas bantuannya dan semoga berkah rezekinya. Uang bantuan ini selain untuk membeli barang kebutuhan dagang saya sehari-hari, juga saya gunakan untuk perbaikan gerobak dan membeli kompor dua tungku,” kata Rahmat.
“Kompor dua tungku itu biar jagung dan kacangnya tetap panas. Karena orang suka makan jagung dan kacang rebus waktu lagi panas. Selama ini hanya satu tungku, jadi bergantian pas manasin jagung dan kacangnya,” terangnya.
“Nanti juga uangnya mau saya belikan payung besar biar saya enggak kehujanan dan kepanasan waktu dagang,” tambah Rahmat.
Asrofi, Koordinator Program Pemberdayaan IZI Lampung, setelah mendapat bantuan modal usaha ini, selanjutnya Rahmat akan dipantau perkembangan usahanya.
“Kami beri bimbingan dan masukan-masukan agar usahanya bisa berkembang. Harapan kami, ia tidak lagi kesulitan seperti sekarang,” jelas Asrofi.
“Rahmat ini salah satu penerima manfaat Program Lapak Berkah untuk pedagang kecil, hasil kerja sama IZI dan PTPN 7 Lampung,” tuturnya. [Adriansyah/IZI Lampung]
