Gusti Maharani
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung—atau yang akrab dikenal dengan kampus Jurai Siwo Lampung (Jusila).
Gusti Maharani, @gusti_mhrn20 seorang model berbakat asal Lampung, sukses menorehkan tinta emas dengan meraih gelar Terbaik III Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 dalam malam final yang berlangsung khidmat di Balai Keratun.
Sebelum mencapai titik ini, Gusti bukanlah nama baru dalam dunia kontes kecantikan dan duta daerah. Ia merupakan pemenang Muli Mekhanai Lampung Timur 2022 dan sempat menyabet gelar Runner Up III Muli Mekhanai Provinsi Lampung 2023.
Baca Juga: Model Lampung Gusti Maharani, Darah Seni dari Ayah, Prestasi Mentereng Ajang Pemilihan Muli
Namun, bagi Gusti, pencapaiannya di ajang Duta Bahasa tahun ini membawa kesan mendalam yang sangat berbeda.
Perjalanan menuju panggung Duta Bahasa 2026 diakui Gusti menguras banyak energi, waktu, dan emosi. Proses seleksi ketat yang dilaluinya bahkan memicu rasa dejavu mendalam, mengingatkannya pada ketatnya kompetisi serupa di tahun-tahun sebelumnya.
“Suka duka, waktu, tenaga, semuanya terforsir dalam perjalanan menuju Duta Bahasa tahun 2026 ini,” kata Gusti kepada wartalampung.id hari ini lewat pesan tertulis.
“Alhamdulillah, tahun ini adalah tahun rezeki saya diamanahkan menjadi Terbaik III Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026. Perasaan saya pastinya senang, bangga, dan tidak menyangka bisa terpilih menjadi bagian dari yang terbaik.”
Gusti juga memuji kualitas sembilan finalis lainnya yang dianggapnya luar biasa hebat, sehingga pengumuman namanya malam itu sempat membuatnya terkejut sekaligus bersyukur.
Bagi Gusti, Duta Bahasa memiliki nilai filosofis yang jauh lebih tinggi dibanding sekadar ajang unjuk bakat atau pageant biasa.
Ia melihat organisasi ini sebagai wadah literasi yang solid dan penuh kekeluargaan. Hal itu tercermin dari bagaimana para alumni lintas angkatan turun tangan saling bahu-membahu menyukseskan acara di Balai Keratun.
“Ajang ini benar-benar menjadi wadah untuk bertumbuh, berjalan, dan menjadi keluarga bersama. Saya semakin yakin ingin menjadikan Duta Bahasa sebagai rumah baru untuk belajar dan berkembang bersama orang-orang hebat,” jelasnya optimis mengenai peluang relasi luas yang akan didapatkannya, baik di internal Balai Bahasa maupun jaringan eksternal nasional.
Di balik kesuksesan ini, Gusti mengenang keraguan besar yang sempat menggelayuti pikirannya di awal kompetisi. Beruntung, ia mendapatkan motivasi dari Abdul Aziz, Terbaik I Duta Bahasa Lampung 2024, yang meyakinkannya bahwa ajang ini akan memberikan ruang belajar yang inklusif.
Meski kedua orang tuanya berhalangan hadir saat malam final, Gusti percaya kekuatan doa merekalah yang melancarkan jalannya.
Dukungan moral yang masif juga datang langsung dari Ketua Program Studi (Kaprodi) kampusnya, rekan-rekan Duta Kampus UIN Jusila, Duta FTIK, hingga rekan kerjanya dari Kampung Inggris Lampung.
“Saya terharu dan bangga dengan mereka. Walau tak sedarah, mereka punya hati luas seperti samudra dengan kebaikan yang tak terhingga,” pungkas Gusti dengan penuh rasa syukur.
Kini, sebagai Terbaik III Duta Bahasa Lampung 2026, Gusti siap mengemban amanah baru untuk membumikan literasi dan melestarikan bahasa di Bumi Ruwa Jurai. []

Tinggalkan Komentar Anda