Berita Foto Hiburan

Model Lampung Gusti Maharani, Darah Seni dari Ayah, Prestasi Mentereng Ajang Pemilihan Muli

Model Lampung Gusti Maharani, Darah Seni dari Ayah, Prestasi Mentereng Ajang Pemilihan Muli

Gusti Maharani

Gusti Maharani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Darah seni mungkin mengalir dari sang ayah. Itu yang membuat seorang Gusti Maharani kini aktif dalam kegiatan modeling, berkompetisi dalam bidang pageant, dan lainnya.

Ayahnya dulu sempat di Taman Mini Indonesia Indah. Sang ayah juga pernah menjadi pembuat aransemen atau pencipta musik dari tabuhan.

Kini Gusti Maharani berusia 19 tahun. Anak tunggal ini lahir di Bekasi, 20 Agustus 2004.

Gusti punya prestasi mentereng dalam bidang modeling. Ia adalah juara pertama Pemilihan Muli-Mekhanai Lampung Timur pada tahun 2022.

Di tingkat provinsi, Gusti juga ikut dan menjadi runner-up 3 Muli Provinsi Lampung tahun 2023.

Kepada wartalampung.id, Gusti bercerita, ia mulai tertarik di dunia duta/model berawal dari mengikuti ayah saat bermain musik Lampung yaitu talo balak.

Sang ayah sudah memainkan alat musik ini sampai kancah nasional dan internasional. Sang ayah juga pernah memainkan musik ini di Istana Negara pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kultur seni itu mengalir ke Gusti yang ternyata menyukai menyanyi. Ia mulai tertarik untuk menyanyikan lagu daerah dan mencoba beberapa genre lainnya.

Gusti mulai mencoba ikut Muli-Mekhanai Lampung Timur sebetulnya pada tahun 2021. Namun, usianya belum mencukupi.

Ia kemudian mengikuti lagi di tahun berikutnya. Sayangnya, kecamatan tempat Gusti bernaung di Lampung Timur tidak memintanya.

Maka itulah Gusti mewakili Kecamatan Margatiga. Di situ ia mendapat dukungan penuh.

Itulah awal muasal seorang Gusti yang awalnya tomboi menjadi lebih feminin. Uniknya lagi, kesempatan pertama itu jadi juara Muli Lampung Timur 2022.

Usai ditetapkan menjadi pemenang itulah Gusti mewakili Lampung Timur dalam banyak kesempatan. Ia pernah tampil dalam fashion show menampilkan wastra khas Lampung Timur yang dirancang oleh istri Bupati Ny Dawam Rahardjo. Acara kala itu diadakan di JCC.

Ia berkolaborasi dengan banyak dinas di Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Itu menjadi pengalaman paling berharga selama menjadi Muli Lampung Timur 2022,” kata mahasiswi di IAIN Metro ini.

Menjadi juara di tingkat kabupaten, Gusti maju ke pemilihan tingkat provinsi. Ia berupaya mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Yang menarik juga, Gusti menjalani diet yang lumayan ketat sehingga membuat dirinya tampil proporsional.

“Dari 72 kg menjadi 56 kg,” katanya.

Ia juga memperdalam belajar bahasa Inggris di salah satu tempat kursus yaitu Kampung Inggris Lampung di Metro. Bekalan itu nantinya memudahkannya selama masa karantina di pemilihan tingkat provinsi.

Khatimahnya juga bagus di tingkat provinsi.

“Aku runner-up III Muli Provinsi Lampung tahun 2023,” kata pemilik akun Instagram @gusti_mhrn20 ini.

Selama menjadi runner up III atau Muli IV Provinsi Lampung itu, Gusti merasakan banyak keitimewaan. Dari tugas-tugas mendampingi pejabat provinsi dan kedinasan, ia banyak mengenal masyarakat. Pengalaman juga semakin banyak ia rasakan.

Gusti berujar, ia juga mencoba mencari pengalaman lain dalam bidang bahasa. Mahasiswi semester II Jurusan Tadris Bahasa Inggris atau Pendidikan Bahasa Inggris ini kemudian mengikuti ajang Duta Bahasa Provinsi Lampung.

Dari 387 peserta, ia bisa melewati tahapan seleksi yang begitu banyak dan mendapat peringkat 18. Namun, rezeki baru sampai di situ dan tidak masuk tahap final.

“Final hanya diambil sampai 13 besar saja,” katanya.

Meski terhenti di semifinal itu, Gusti mengaku mendapat pengalaman baru dalam ranah Duta Bahasa. Ia merasa enjoy dengan kelompok yang dibagi panitia kepada ia dan teman-temannya.

“Saya sangat mendapatkan banyak pengalaman selama masa tahapan. Waktu sedang sakit atau puasa juga tetap berangkat untuk sosialisasi ataupun kumpulan kelompok demi lolos bersama.”

Di kampus Gusti juga menjadi Duta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Ia juga mengikuti UKM Impas yang berkegiatan dalam bidang seni.

Meski sibuk, Gusti tetap menomorsatukan akademik. Ia mesti bisa menyesuaikan kuliah dan nilai dengan kesibukan lain.

Yang jelas, ia mendapat banyak manfaat saat berkecimpung dalam pageant. Baginya, menang-kalah dalam suatu pemilihan itu sudah biasa.

Namun, seseorang akan dianggap seorang pemenang saat dia tetap yakin dan fokus dengan apa yang sudah dimulai tanpa memedulikan orang yang tidak suka dengan kita.

“Mencari kemenangan tidak akan ada habisnya, tapi mencari pengalaman akan menambah langkah dan wawasan ke depannya. To be a winner is good, but to be the best version of you is better.”

Sukses selalu Gusti. []

Editor: @adiansaputra27

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda