Pricylla Kalifa Putri
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Momen wisuda Universitas Lampung (Unila) pada Sabtu, 29 Agustus 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi Pricylla Kalifa Putri.
Wisudawan asal Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila tersebut resmi melangkah keluar dari kampus tercinta bersama sembilan rekan seangkatannya (angkatan 2022).
Sebagai anak rantau dari Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP), awal perjalanan gadis yang akrab dipanggil Cyla ini tidaklah mudah.
Mempelajari bahasa asing di tanah perantauan sempat membuatnya bingung beradaptasi. Namun, ia memilih untuk tidak berdiam diri dengan aktif berorganisasi demi mengasah diri.
Tantangan terbesar baru benar-benar menguji daya tahannya saat memasuki tahap akhir: skripsi.
Berawal dari pengalamannya menemukan banyaknya kesalahan penggunaan aksong (ortografi) pada tulisan siswa saat menjalani pengenalan lapangan persekolahan (PLP), Cyla mengangkat topik tersebut menjadi bahan penelitiannya.
Sayangnya, proses mengeksekusi ide tersebut dipenuhi dinamika up and down.
“Yang tersulit itu sebenarnya melawan diri sendiri untuk tidak malas dan mengelola tekanan selama prosesnya,” ungkap Cyla.
Rasa ragu akan kualitas penelitian, revisi berulang kali, hingga perbedaan pemikiran dengan dosen pembimbing sempat membawanya ke titik jenuh (burnout).
Bahkan, ia mengaku sangat sering terlintas pikiran untuk menyerah karena merasa tidak sanggup lagi secara fisik dan mental.
Namun, Cyla memilih bertahan. Kesadaran bahwa ia sudah melangkah jauh dan pengorbanan orang tua yang membiayainya di perantauan menjadi bahan bakar utama untuk bangkit.
“Aku mikir gak mungkin gagal setelah sejauh ini. Apalagi ingat orang tua di rumah. Ya udah, kita lanjut, kita gas saja,” tegasnya.
Dukungan tanpa syarat dari keluarga serta konsistensi untuk terus melangkah akhirnya membuahkan hasil.
Momen haru dan lega terpancar saat ia berhasil melewati ujian skripsi dan komprehensif setelah hampir satu tahun bergelut dengan penelitiannya.
Melihat kembali perjalanannya, Cyla menekankan pentingnya kesiapan mental dan membuang rasa malas sejak semester awal agar bisa lulus tepat waktu.
Ia berharap adik-adik tingkatnya di Pendidikan Bahasa Prancis dapat memanfaatkan masa kuliah tidak hanya untuk mengincar gelar, tetapi juga membentuk mentalitas dan menambah pengalaman serta relasi.
Sebagai penutup, Cyla memberikan pesan penguat bagi para mahasiswa yang kini sedang berdarah-darah menyelesaikan tugas akhirnya.
“Kalian nggak harus kuat setiap hari, kalian cuma harus terus maju sedikit demi sedikit sampai suatu hari nanti kalian sadar kalau ternyata kalian sudah sampai di garis akhir.” [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda